Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KOLEKSI Bilang Ini Beda Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional, Apa Saja? Ayo Simak!

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 04:44 WIB | Oleh:
KOLEKSI Bilang Ini Beda Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional, Apa Saja? Ayo Simak! Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Pemudik mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/3).

JAKARTA - Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) Arwani Hidayat mengemukakan bahwa biaya penggunaan mobil listrik dengan mobil konvensional berbeda nyata.

"Untuk konsumsi dalam kota, rata-rata pengguna EV menghabiskan sekitar Rp250 per km dan luar kota sekitar Rp350 per km untuk EV yang memiliki power lumayan besar," kata Arwani saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Kamis.

"Jika pakai mobil konvensional, di dalam kota itu bisa mencapai Rp1.000 per km dan luar kota Rp1.200 per km kurang lebih," ia menambahkan.

Selain biaya operasionalnya lebih rendah, sarana pendukung penggunaan mobil listrik sekarang sudah meningkat.

Menurut informasi di laman resminya, PT PLN (Persero) bersama para mitra telah menghadirkan 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah. SPKLU tercatat telah tersedia di 3.007 lokasi pada 2025.

PLN juga menyediakan Home Charging Services, yang pada akhir 2025 tercatat telah digunakan oleh 70.250 pelanggan.

Arwani menyampaikan bahwa awal tahun ini pertumbuhan pengguna mobil listrik agak melambat karena sebagian konsumen khawatir pemerintah akan mencabut insentif dalam pembelian kendaraan elektrik.

"Awal tahun ini agak melambatkan karena adanya isu pencabutan insentif dan pada kwartal kedua bulan April ini kemungkinan besar akan naik, sejalan dengan isu kenaikan BBM pada mobil konvensional akibat perang di Timur Tengah," ia menjelaskan.

Kenaikan harga bahan bakar minyak akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menurut dia, bisa mendorong orang untuk beralih ke kendaraan elektrik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.