Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Bongkar Motif dan Lokasi Baru Perekaman di Toilet Kampus Untirta

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 08:08 WIB | Oleh:
Polisi Bongkar Motif dan Lokasi Baru Perekaman di Toilet Kampus Untirta Doc: antara foto
Ket. Direskrim Polda Banten memeriksa tersangka kasus perekaman secara diamn-diam di toilet Kampus Untirta Serang.

SERANG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengungkap motif serta temuan lokasi baru terkait kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual berupa perekaman secara diam-diam yang terjadi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Rabu (8/4), menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru, terlapor berinisial MZ mengakui telah melakukan aksi ilegal tersebut di berbagai tempat, tidak hanya terbatas di lingkungan kampus.

"Terlapor MZ mengakui telah melakukan perekaman sebanyak lima kali. Fakta baru menunjukkan aksi tersebut dilakukan dua kali di toilet kampus dan tiga kali di toilet SPBU wilayah Banten," ujar Maruli.

Mengenai motif, penyidik mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan MZ, rekaman video yang diambil melalui celah ventilasi atas toilet tersebut digunakan untuk kepentingan konsumsi pribadi.

Kepolisian telah memperkuat pengungkapan fakta ini dengan mengamankan sejumlah barang bukti digital dari tangan terlapor, di antaranya File video yang tersimpan dalam telepon seluler (ponsel) milik MZ serta perangkat penyimpanan data berupa flashdisk.

"Terlapor MZ mengakui perbuatannya yang juga bersesuaian dengan barang bukti video yang ditemukan penyidik pada ponsel miliknya," tegasnya.

Penyidik Ditreskrimum Polda Banten saat ini masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap fakta secara menyeluruh. Langkah selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status penanganan kasus ke tahap penyidikan.

MZ diduga melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Menyikapi temuan lokasi baru di area publik, Polda Banten mengimbau pengelola fasilitas umum seperti SPBU dan kampus untuk meningkatkan standar keamanan di area sensitif.

"Kami mengimbau pengelola agar memastikan keamanan sarana di toilet umum, termasuk memberikan simbol atau petunjuk pengawasan. Masyarakat juga harus berani melapor melalui layanan 110 jika menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual," pungkas Maruli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.