Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Serendah Perkiraan Bank Dunia

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 18:05 WIB | Oleh:
Menkeu Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Serendah Perkiraan Bank Dunia Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons pernyataan Bank Dunia yang merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank dunia awalnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 4,8 persen, namun direvisi menjadi 4,7 persen.

"Triwulan pertama saja, perekonomian mungkin tumbuhan 5,5-5,6 persen atau lebih, berarti World Bank menghitung kita mau resesi. Karena perkiraanya turun ke bawah sekali kalau rata-ratanya ke 4,6 persen, saya pikir World Bank salah hitung," kata Menkeu Purbaya di Jakarta, Kamis (9/4).

Karenanya, dia tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih di kisaran target 5,4 persen. "Yang penting kita memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi membaik," ujar dia.

Dengan begitu, lanjut Menkeu, pertumbuhan ekonomi akan berbalik. Menurut dia, Bank Dunia merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena kenaikan harga minyak belakangan ini.

"Kalau sebulan dari sekarang harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank akan mengubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar karena menimbulkan sentimen negatif pada kita, nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka," ucap Menkeu Purbaya.

Saat ini, tambah Menkeu, semua potensi ekonomi yang ada akan terus dioptimalkan. Ia menilai perekonomian sudah membaik dan harus dijaga.

"Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus rahasia saya," kata Menkeu sambil tertawa. Pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen di triwulan pertama, lanjutnya, diharapkan dapat mengubah sentimen bisnis.

Dengan demikian, menurutnya bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan selanjutnya. Menkeu juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh faktor musiman seperti lebaran, tapi juga faktor lainnya.

"Jadi bukan karena lebaran saja, tapi belanja dipercepat dan belanjanya lebih efektif. Belanja pemerintah sudah tumbuh 30 persen, pajak tumbuh 20 persen, maka aktivitas ekonomi membaik," kata Menkeu Purbaya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.