Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Lebanon Makin Membara: Korban Tewas Tembus 1.530 Orang

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 20:54 WIB | Oleh:
Krisis Lebanon Makin Membara: Korban Tewas Tembus 1.530 Orang Doc: AFP

NEW YORK - Sedikitnya 1.530 orang tewas di Lebanon sejak eskalasi terbaru pecah pada 2 Maret lalu, kata seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (8/4).

Para korban termasuk 130 anak yang tewas dan 461 anak yang menderita luka-luka, kata Imran Riza, wakil koordinator khusus PBB sekaligus koordinator kemanusiaan untuk Lebanon, mengutip Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.

"Ini tragedi sipil yang sangat besar," katanya kepada wartawan di kantor pusat PBB melalui tautan video.

Mengenai pengungsi, Riza mengatakan kondisinya telah mencapai "skala yang belum pernah terjadi sebelumnya", dengan lebih dari 1,1 juta orang, atau hampir 20 persen dari populasi Lebanon, kini mengungsi.

Menurutnya, saat ini, ada 138.000 orang yang berlindung di 678 lokasi penampungan kolektif, dan sebagian besar pengungsi, atau lebih dari 800.000 orang, tersebar di berbagai komunitas penampung (host community) atau lingkungan informal, seringkali memiliki akses ke layanan dasar yang sangat terbatas. "Komunitas penampung kini mengalami tekanan yang sangat besar," imbuhnya.

Riza menyebut infrastruktur penting dan layanan publik di Lebanon kini semakin terbebani.

Terdapat lebih dari 106 insiden yang dilaporkan berdampak pada sistem kesehatan, mengakibatkan 57 kematian dan 158 luka-luka di kalangan tenaga kesehatan. Sedikitnya 51 pusat layanan kesehatan dan enam rumah sakit terpaksa ditutup, sementara banyak lainnya mengalami kerusakan, ujarnya.

"Eskalasi ini harus dihentikan," kata Riza, seraya mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil, infrastruktur sipil, serta personel kemanusiaan dan medis setiap saat.

Mengenai permohonan dana darurat tiga bulan sebesar 308,3 juta dolar AS bagi para korban serangan Israel di Lebanon selatan yang diluncurkan pada pertengahan Maret lalu, Riza mengatakan "lebih banyak lagi" yang dibutuhkan.

"Dari 308 juta dolar AS itu, baru terpenuhi sekitar sepertiganya hingga saat ini, jadi, kami sangat khawatir dengan hal tersebut," imbuhnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.