Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Kota-kota Besar di Indonesia Alami Hujan pada Kamis

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 07:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Kota-kota Besar di Indonesia Alami Hujan pada Kamis Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah karyawati menyeberangi jalan yang tergenang air saat hujan ringan di depan gedung perkantoran.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Kamis (09/4).

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Henokvita H menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, di Laut Maluku, di Laut Seram, di Laut Banda dan di Laut Arafuru.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Merauke.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, dan Semarang.

Selain itu, wilayah yang juga akan mengalami hujan ringan hingga sedang adalah Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Makassar, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, di antaranya wilayah Ternate, Jayapura, Gorontalo, dan Kupang.

Sebelumnya pada Rabu (8/4), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan masa pancaroba kerap ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu kejadian ekstrem.

“Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.