Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Evolusi Biostimulasi, Mengapa Produk Asal Swedia Julaine Diakui sebagai Standar Baru Estetika?

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Evolusi Biostimulasi, Mengapa Produk Asal Swedia Julaine Diakui sebagai Standar Baru Estetika? Doc: JULÄINE
Ket. Pimpinan Nordberg Medical Indonesia, Eka Meliasari Khu. Produk injeksi berbasis biomaterial asal Swedia, JULÄINE™, memenangkan penghargaan di AMWC 2026 sebagai solusi estetika regeneratif terbaik melalui teknologi stimulasi kolagen alami.

JAKARTA — Produk injeksi berbasis biomaterial dari Swedia, JULÄINE™, meraih penghargaan internasional dalam ajang Aesthetic Medicine and Anti-Aging World Congress (AMWC) 2026. Produk ini dinobatkan sebagai Best Regenerative Aesthetics Solution dalam acara yang berlangsung pada 26–28 Maret di Grimaldi Forum, Monte Carlo.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Nordberg Medical, produsen perangkat medis asal Swedia yang mengembangkan JULÄINE™ sebagai solusi estetika berbasis Poly-L-Lactic Acid (PLLA). Dalam kompetisi tersebut, JULÄINE™ berhasil mengungguli sembilan finalis lain di kategori yang sama.

CEO Nordberg Medical, Jack Yu, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas teknologi yang dikembangkan perusahaan. Pihaknya  bersyukur kualitas dan keunikan teknologi yang dimiliki mendapat pengakuan dari komite ilmiah dan dewan juri AMWC.

“Kami sangat bersyukur bahwa kualitas dan keunikan teknologi kami mendapat pengakuan dari komite ilmiah dan dewan juri AMWC, berdasarkan riset ilmiah pendukung dan pengalaman klinis yang telah dilakukan,” ujarnya melalui keterangannya pada hari Rabu (8/4).

JULÄINE™ dikembangkan dengan teknologi mikrosfer proprietari LASYNPRO™ yang diklaim memberikan karakteristik berbeda dibandingkan produk sejenis di pasar. Produk ini menggunakan mikrosfer berbentuk sferis dengan ukuran homogen 20–50 mikron dan permukaan halus, yang dirancang untuk mempertahankan struktur selama proses degradasi bertahap di dalam jaringan kulit.

Secara fungsional, larutan injeksi yang telah direkonstitusi disebut tidak mengandung busa maupun partikel debris, sehingga lebih mudah diaplikasikan dan menyatu dengan jaringan kulit. Mekanisme kerjanya berfokus pada stimulasi regenerasi kolagen alami dengan respons inflamasi yang rendah, yang pada akhirnya membantu mengurangi kerutan dan meningkatkan kekencangan kulit secara bertahap.

Vice-President Medical Affairs Nordberg Medical, Josine Bolenius, menyebut bahwa pendekatan ini menjadi pembeda utama dibandingkan prosedur estetika konvensional. Akhirnya perusahaan bioteknologi asal Swedia ini dapat menciptakan solusi regenerative medical aesthetics yang baru dan unik yang kehadirannya sangat ditunggu.

“Akhirnya, kami dapat menciptakan solusi regenerative medical aesthetics yang baru dan unik, yang selama ini dinantikan pasien,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Hingga saat ini, JULÄINE™ telah memperoleh izin edar di lebih dari 35 negara, termasuk kawasan Eropa dan Asia Pasifik. Di Indonesia, produk ini juga telah mengantongi persetujuan dari Kementerian Kesehatan sejak Desember 2024, seiring dengan ekspansi Nordberg Medical yang telah membuka kantor perwakilan di Jakarta.

 “Kehadiran teknologi berbasis ilmiah menjadi kebutuhan penting di pasar estetika nasional. Kami percaya inovasi berbasis penelitian dengan bukti keamanan dan khasiat sangat penting bagi pasien di Indonesia yang menginginkan pendekatan regeneratif,” ujar Pimpinan Nordberg Medical Indonesia, Eka Meliasari Khu.

Sejumlah praktisi medis juga menilai tren estetika kini bergeser ke arah pendekatan yang lebih berbasis biologi. Penghargaan di Aesthetic & Anti-Aging Medicine World Congress bukan sekadar pengakuan, tapi pengingat bahwa standar dalam dunia estetika terus berkembang.

“Tugas kami adalah memastikan setiap pasien mendapatkan teknologi dan pendekatan yang benar-benar teruji, bukan sekadar tren,” ungkap dr. Elfin dan dr. Jeffri Setiawan.

Menurut dia, pendekatan yang diusung JULÄINE™ tidak berfokus pada penambahan volume semata. “Julaine bukan tentang menambah volume, tapi tentang mengembalikan kualitas kulit dari dalam. Hasil yang kami cari bukan sekadar ‘terlihat berubah’, tapi terasa lebih refined, lebih natural, dan tetap sesuai karakter wajah pasien,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Elfin menambahkan bahwa inovasi ini mencerminkan perubahan cara pandang dalam menangani penuaan kulit. “Nordberg membawa pendekatan baru dalam biostimulasi—lebih presisi, lebih terarah. Ini bukan hanya inovasi teknologi, tapi evolusi cara kita memahami proses aging dan bagaimana memperbaikinya secara biologis,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PT KAI Operasikan 39 Trainset Baru

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Operasikan 39 Trains...
Ekonomi
OJK Catat Puluhan Ribu Lapo...
Nasional
KAI Catat Volume Angkutan P...
Daerah
KAI: Kunjungan Wisata Solo ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.