Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GAIKINDO: Penjualan Kendaraan Elektrik Meningkat Selama 2025

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
GAIKINDO: Penjualan Kendaraan Elektrik Meningkat Selama 2025 Doc: ANTARA
Ket. engunjung melihat mobil listrik dalam pameran otomotif di DP Mall, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

JAKARTA - Angka penjualan kendaraan elektrik selama tahun 2025 meningkat menjadi 175.144 unit dari 103.228 unit pada tahun 2024 menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang diterima pada Jumat.

Data gabungan industri juga menunjukkan bahwa pangsa pasar kendaraan elektrik, yang meliputi model Hybrid Vehicle (HEV), Plug in Hybrid Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV), meningkat dari 11,9 persen pada 2025 menjadi 21,8 persen pada tahun 2025.

Perinciannya, penjualan HEV naik dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025 dan selama kurun itu penjualan PHEV melonjak dari hanya 136 unit menjadi 5.270 unit dan penjualan BEV meningkat dua kali lipat lebih dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit.

Selama periode itu, pangsa pasar HEV naik dari 6,9 persen menjadi 8,2 persen dan BEV pangsa pasarnya meningkat signifikan dari 5 persen menjadi 12,9 persen. Pangsa pasar PHEV juga meningkat menjadi 0,7 persen pada tahun 2025.

Angka penjualan kendaraan elektrik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, dari hanya 1.324 unit pada 2020 menjadi 175.144 unit pada 2025.

Pangsa pasarnya juga meningkat signifikan dari hanya 0,2 persen pada 2020 menjadi 21,8 persen pada tahun 2025.

Sedangkan penjualan kendaraan dengan mesin pembakaran internal cenderung menurun, meski volume penjualannya masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kendaraan elektrik.

Pada tahun 2025 angka penjualan kendaraan dengan mesin pembakaran internal tercatat 628.543 unit atau 78,2 persen dari penjualan kendaraan secara keseluruhan yang mencapai 803.687 unit (wholesale).

Angka itu turun jika dibandingkan pada tahun 2024, ketika penjualan kendaraan dengan mesin pembakaran internal mencapai 762.495 unit atau 88,1 persen dari keseluruhan penjualan kendaraan.

Pangsa pasar kendaraan dengan mesin pembakaran internal menurun dari 99,8 persen pada 2020 menjadi 78,2 persen pada 2025.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengemukakan perlunya perusahaan otomotif merevisi strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

"Strategi marketing digeser, dari sekadar isu lingkungan pindah ke value, bukan cuma produk yg canggih," katanya kepada pada Jumat.

Menurut dia, konsumen saat ini umumnya mempertimbangkan harga dan nilai dalam membeli kendaraan.

Dia juga menyampaikan bahwa pelaku industri mesti mengikuti ketentuan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi kendaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.