Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polri Dalami Upaya Perekrutan Anak oleh Kelompok Teroris Lewat Gim Daring

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polri Dalami Upaya Perekrutan Anak oleh Kelompok Teroris Lewat Gim Daring Doc: Antara Foto
Ket. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjawab pertanyaan awak media di Kompleks Mapolda DIY, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/11/2025).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri saat ini tengah mendalami potensi perekrutan anak oleh kelompok teroris melalui aktivitas "game online" (gim daring).

"Tim kami terus melakukan pendalaman dan tentunya pelibatan masyarakat untuk bersama-sama mencegah dari awal," ujar Listyo Sigit di Kompleks Mapolda DIY, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.

Menurut Kapolri, pendalaman itu dilakukan setelah polisi menemukan pola atau tren baru yang mengarah pada upaya perekrutan anak melalui permainan daring.

"Jadi beberapa waktu ini kita menemukan fenomena baru/tren baru yang tentunya ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata dia.

Sigit menjelaskan bahwa temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.

Menurut dia, di dalam aktivitas tersebut terdapat ruang interaksi yang kemudian didalami polisi karena berpotensi menjadi jalur paparan terhadap paham berbahaya.

"Kemudian kita dalami yang ada potensi-potensi terpapar oleh jenis-jenis permainan yang ada di gim online," kata Kapolri.

Ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus diantisipasi untuk mencegah anak terpapar paham berbahaya yang bisa mengancam keselamatan masyarakat.

"Kalau ini kita biarkan tentunya ini akan berdampak terhadap terganggunya keselamatan masyarakat dan jiwa orang lain," ucap Sigit.

Karena itu, Sigit menekankan pentingnya pengawasan berbagai pihak terhadap penggunaan teknologi informasi oleh anak-anak.

Meski perkembangan teknologi membawa kemudahan, menurut dia, tetap memerlukan pendampingan dan pengawasan agar tidak menimbulkan risiko baru.

"Ada hal-hal yang harus kita tertibkan dalam penggunaan teknologi informasi yang tentunya tidak dalam rangka pembungkaman tapi kita memberikan edukasi yang lebih baik sehingga masyarakat, anak-anak kita terselamatkan dari potensi-potensi bahaya terpapar oleh paham-paham tertentu, hal-hal tertentu yang membahayakan keselamatan jiwa dan masyarakat," tutur Kapolri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.