Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpusnas Perkuat Budaya Literasi, Jadikan Relima sebagai Penggerak Utama dan Fondasi Martabat Bangsa

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 07:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perpusnas Perkuat Budaya Literasi, Jadikan Relima sebagai Penggerak Utama dan Fondasi Martabat Bangsa Doc: istimewa
Ket. Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), E. Aminudin Aziz (tengah) menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun martabat bangsa

JAKARTA-Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya literasi. Perpusnas menyediakan sumber pengetahuan dan mendorong masyarakat untuk membaca. 

Program bertajuk Relawan Literasi Masyarakat (Relima) mendekatkan budaya literasi pada masyarakat heterogen. Dengan demikian, Perpustakaan tidak lagi diposisikan sebagai ruang pasif penyimpanan buku, melainkan menjadi pusat aktivitas, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.

 Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun martabat bangsa. 

Oleh karena itu Perpusnas memperkuat salah satu program unggulannya, yaitu Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Program ini bertujuan menggerakkan pemanfaatan bahan bacaan di masyarakat sekaligus memberikan pengakuan terhadap peran penggiat literasi di akar rumput.

Menariknya, meskipun anggaran mengalami penurunan, jumlah relawan justru ditingkatkan secara signifikan. Aminudin menilai langkah tersebut sebagai strategi berbasis dampak, bukan sekadar pendekatan anggaran.

“Yang kita kejar bukan sekadar program berjalan, tetapi dampaknya. Relima ini memberikan efek besar karena menggerakkan masyarakat langsung. Pada tahun 2026, relawan yang tergabung dalam RELIMA mencapai 360 orang yang tersebar di kurang lebih 200 kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya dalam sebuah wawancara media di Jakarta, Senin (6/4).

Menurutnya, tidak ada bangsa yang bermartabat tinggi tanpa tingkat literasi yang baik. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menilai informasi, serta menciptakan inovasi dalam kehidupan masyarakat.

“Tidak ada satu pun bangsa yang bermartabat jika tingkat literasinya rendah. Literasi adalah fondasi peradaban manusia, dari mengenali lingkungan hingga menciptakan hal baru,” ujar Aminudin.

Dalam konteks kebijakan, Aminudin mengungkapkan adanya langkah afirmatif melalui alokasi minimal 10 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan buku bacaan nonteks. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan pendidikan.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan di lapangan. Banyak sekolah menghadapi dilema antara memenuhi kebutuhan buku teks wajib dan penyediaan buku bacaan pengayaan, sehingga alokasi tersebut belum sepenuhnya optimal.

Perpusnas juga turut mendorong transformasi perpustakaan melalui pendekatan berbasis inklusi sosial. “Perpustakaan harus menjadi ruang hidup. Bukan sekadar tempat buku, tetapi tempat bertemunya ide, gagasan, dan aktivitas masyarakat,” kata Aminudin.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem literasi. Menurutnya, penguatan literasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga komunitas. “Perpusnas harus didengar, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh para pengambil kebijakan. Karena disinilah fondasi pembangunan manusia dibentuk,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.