Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Gencatan Senjata AS–Iran yang Diketuai Pakistan Gagal

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 14:58 WIB | Oleh:
Upaya Gencatan Senjata AS–Iran yang Diketuai Pakistan Gagal     Doc: X - U.S. Navy

ISLAMABAD — Upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dipimpin Pakistan mengalami kebuntuan. Teheran menolak mengirim pejabatnya ke Islamabad untuk pembicaraan dalam beberapa hari mendatang, dilansir dari NDTV, Sabtu (4/4).

Iran menegaskan bahwa tuntutan AS dianggap tidak dapat diterima, sehingga menutup kerangka negosiasi yang sedang berlangsung. Kegagalan mediasi Pakistan menimbulkan ketidakpastian diplomatik, memaksa negara-negara seperti Turki dan Mesir mencari lokasi alternatif untuk pembicaraan.

Qatar dan Istanbul muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi tuan rumah upaya diplomatik baru. Tujuannya adalah menyelamatkan proses gencatan senjata yang tersisa.

Sebelumnya, AS dan Iran membahas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata yang dihubungkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran.

Presiden Donald Trump dikabarkan berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melalui panggilan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Trump menyatakan bahwa presiden Iran menginginkan gencatan senjata. Namun, Trump menegaskan bahwa gencatan hanya akan terjadi jika Selat Hormuz terbuka sepenuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim Trump, menyebutnya salah dan tidak berdasar. Pakistan sebelumnya menjadi mediator utama dalam upaya diplomatik awal. Namun, Iran secara resmi menolak tawaran mediasi yang diajukan karena menganggap permintaan Amerika Serikat terlalu menekan pihaknya. Jalan buntu ini mengancam stabilitas diplomasi regional.

Gencatan senjata dianggap penting untuk keamanan Teluk dan Selat Hormuz, yang berdampak pada pengiriman minyak global. Upaya mediasi sebelumnya sempat menunjukkan tanda kemajuan, tetapi perbedaan tuntutan membuat negosiasi berhenti.

Kini, negara-negara seperti Turki, Mesir, dan Qatar mencoba mengambil peran lebih aktif untuk menciptakan forum yang lebih netral bagi kedua pihak. Situasi ini menjadi sorotan global karena dampaknya terhadap perdagangan internasional dan keamanan regional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.