Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestarikan Tradisi, Cirebon Wajibkan Salam “Kulanun-Mangga”

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Lestarikan Tradisi, Cirebon Wajibkan Salam “Kulanun-Mangga” Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Cirebon Imron (tengah) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat.

 Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan penggunaan salam khas berupa “Kulanun-Mangga” sebagai langkah pelestarian tradisi sekaligus penguatan identitas budaya daerah tersebut.

“Kebijakan tersebut diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon pada Kamis (2/4) kemarin,” kata Bupati Cirebon Imron saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat.

Ia menyampaikan, penggunaan salam tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

Istilah “Kulanun-Mangga”, kata Imron, sejatinya bukan hal baru karena sudah menjadi kebiasaan lama yang kini kembali dimunculkan agar lebih dikenal luas.

“Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang jadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan salam tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan salam nasional maupun keagamaan yang sudah digunakan masyarakat.

Sebaliknya, ia menuturkan kehadiran “Kulanun-Mangga” justru melengkapi ragam sapaan yang mencerminkan identitas lokal Cirebon.

Ia menambahkan, penggunaan salam khas itu ke depan akan dibiasakan dalam setiap sambutan acara, baik di lingkungan pemerintahan daerah maupun masyarakat umum.

Imron menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan budaya sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Cirebon.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penguatan simbol budaya seperti “Kulanun-Mangga” penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Kabupaten Cirebon, kata dia, memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih hidup dan terlihat nyata hingga saat ini.

“Keunggulan Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” ucap Dedi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.