Tambak Udang Modern di Waingapu: Dari Produksi ke Konservasi
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis“Kalau lelang desain dilakukan di awal, fleksibilitas terbatas. Dengan rancang bangun, kami bisa mengawal dan menyesuaikan desain sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kawasan tambak udang Waingapu berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawal, Kabupaten Sumba Timur.
Proyek strategis senilai Rp7,2 triliun ini diharapkan menjadi model budidaya udang berkelanjutan dengan penerapan praktik akuakultur terbaik.
Proyek ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF), mencakup pembangunan sarana hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas industri pendukung, serta pengadaan peralatan dan mesin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan luas lahan sekitar 2.150 hektare dan lahan terbangun 1.361 hektare, kawasan ISF Waingapu diproyeksikan mampu menghasilkan 52.000 ton udang per tahun.
KKP memproyeksikan proyek ini menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja, baik pada fase konstruksi maupun operasional.
Hingga saat ini, pembangunan tambak udang Waingapu masih sebatas petakan-petakan tambak. Dokumentasi terbaru per 31 Maret 2026 menunjukkan sejumlah alat berat sudah beroperasi di lokasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat sepenuhnya rampung dalam tiga tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!