Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tambak Udang Modern di Waingapu: Dari Produksi ke Konservasi

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tambak Udang Modern di Waingapu: Dari Produksi ke Konservasi Doc: ANTARA/ HO- YKAN)
Ket. Ilustrasi - Tambak di kawasan pesisir Kabupaten Berau, tepatnya di Desa Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan. Tambak ini berada di kawasan mangrove.

JAKARTA – Pembangunan tambak udang terintegrasi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perikanan budidaya melalui pendekatan yang lebih modern dan efisien.

Integrasi mencakup seluruh rantai produksi—mulai dari pembenihan, pakan, manajemen kualitas air, hingga pengolahan dan distribusi—sehingga mampu menekan biaya, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Model ini juga membuka peluang peningkatan ekspor dan nilai tambah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi pesisir.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kesiapan teknologi, serta keterlibatan masyarakat lokal agar tidak menimbulkan degradasi ekosistem atau ketimpangan sosial.

Pembangunan tambak udang terintegrasi Waingapu di Nusa Tenggara Timur (NTT), dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan melalui penerapan best practices dan benchmark internasional, kata pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, desain tambak dibuat dengan sistem pengelolaan air yang ketat agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap ekosistem sekitar.

“Berbagai benchmark kami pelajari, kelebihannya kami ambil, kelemahannya kami tinggalkan. Intake air laut diarahkan ke pompa reservoir, lalu ke tandon, sebelum masuk ke petakan tambak,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Untuk menjaga kualitas lingkungan, kawasan tambak dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) seluas 60 hektare. Menurutnya, sistem IPAL dirancang baik secara kluster maupun komunal sehingga limbah budidaya tidak mencemari ekosistem laut.

“IPAL ini saya lihat luar biasa besar, dengan pendekatan mekanik, biologi, dan bila diperlukan sedikit sentuhan kimia,” katanya.

Tb Haeru menambahkan bahwa pembangunan tambak udang Waingapu dilakukan di areal terbuka yang tidak produktif dan bukan kawasan konservasi maupun hutan lindung.

Selain itu, ia menyatakan praktik akuakultur berkelanjutan akan diterapkan di setiap proses produksi, mencakup penggunaan pakan bermutu, benih berkualitas, biosekuriti ketat, serta monitoring penyakit dan kualitas air secara berkala.

Potensi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) berupa panel surya juga diyakini terbuka lebar, mengingat ketersediaan lahan yang luas.

KKP meyakini EBT dapat mengurangi biaya operasional sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan.

Tb Haeru menambahkan bahwa proyek tambang udang di Waingapu menggunakan pendekatan design and build agar desain bisa terus disesuaikan dengan dinamika lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.