Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi Pertanian Perlu untuk Hadapi Ancaman Iklim Ekstrem

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inovasi Pertanian Perlu untuk Hadapi Ancaman Iklim Ekstrem Doc: istimewa
Ket. Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yudhistira Nugraha menekankan pentingnya inovasi pertanian untuk menghadapi perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada penurunan produksi panen. 

JAKARTA - Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yudhistira Nugraha menekankan pentingnya inovasi pertanian untuk menghadapi perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada penurunan produksi panen. 

Kondisi stres akibat perubahan iklim akan menurunkan produksi sekaligus kualitas dari biji ataupun buah, karena akumulasi fotosintesis menjadi terganggu akibat peningkatan suhu.

“Dampak perubahan iklim terkait dengan produksi tanaman itu bisa secara langsung kepada tanamannya, artinya tanaman akan merasakan panas, sehingga akan ada heat stress untuk tanaman,” kata Yudhistira dalam kegiatan Diseminasi Inovasi Pangan Tahan Iklim Ekstrem yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Senin (30/3).

Menghadapi ancaman krisis tersebut, Yudhistira menawarkan dua solusi utama yang saling berkesinambungan, yaitu upaya adaptasi dan mitigasi.

Adaptasi difokuskan pada peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap cekaman iklim, serta manajemen ketersediaan air dan stok. Sementara itu, mitigasi bersifat antisipatif agar tidak terjadi pelepasan emisi gas rumah kaca yang lebih banyak dari sektor produksi.

“Untuk intervensi yang bisa dilakukan, bagaimana mengurangi atau mengelola lahan gambut kita, karena lahan gambut kita juga merupakan bagian dari kontribusi terhadap gas rumah kaca,” katanya.

Intervensi lainnya adalah penerapan teknologi budidaya padi yang mampu mengurangi emisi sekaligus mengadaptasi iklim ekstrem, serta implementasi wanatani (agroforestry) untuk ekosistem di lahan kering.

Tantangan Besar

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta membenarkan urgensi inovasi pertanian dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem memang mencerminkan tantangan besar yang sedang dihadapi sektor tanaman pangan.

Secara akademik terang Muliarta, isu ini dapat dijelaskan melalui mekanisme fisiologis dan ekologi tanaman yang terganggu akibat suhu tinggi dan pola iklim yang tidak menentu. Ketika suhu meningkat, tanaman mengalami heat stress yang berdampak langsung pada proses fotosintesis. Enzim-enzim kunci kehilangan efisiensi, sementara sistem fotosistem mengalami kerusakan oksidatif.

Akibatnya, akumulasi karbohidrat yang seharusnya ditranslokasikan ke biji atau buah menjadi berkurang. Hal itu tidak hanya menurunkan kuantitas hasil panen, tetapi juga kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya,”papar Muliarta.

Perubahan iklim ekstrem juga bakal memengaruhi fase reproduktif tanaman, mulai dari pembentukan bunga, polinasi, hingga pembentukan biji yang semuanya sangat sensitif terhadap suhu dan kelembaban.

Selain dampak fisiologis, terdapat pula dampak ekosistem yang tidak kalah serius. Pola curah hujan yang tidak menentu meningkatkan risiko kekeringan maupun banjir, memperburuk kondisi tanah, serta mempercepat siklus hama dan penyakit.

“Kombinasi faktor ini menjadikan sistem produksi pangan semakin rentan, terutama di negara tropis seperti Indonesia yang sangat bergantung pada stabilitas iklim untuk produksi padi, jagung, dan kedelai,” jelas Muliarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

16 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

22 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.