Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger Temuan Ayam Tak Matang di Sekolah: SPPG Mandiri Blado Tarik Ratusan Porsi MBG Demi Keselamatan Siswa

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 21:22 WIB | Oleh:
Geger Temuan Ayam Tak Matang di Sekolah: SPPG Mandiri Blado Tarik Ratusan Porsi MBG Demi Keselamatan Siswa Doc: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ket. Sejumlah pelajar menyantap makanan bergizi di SD N Proyonanggan 3, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (21/11).

BATANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan penarikan 133 porsi MBG yang telah didistribusikan pada Sekolah Dasar Kalipancur 02, Kecamatan Blado untuk mencegah risiko pada siswa.

Kepala SPPG Mandiri Blado Azis Indratmoko di Batang, Selasa, membenarkan adanya pengembalian menu MBG dari Sekolah Dasar Kalipancur 02 Kecamatan Blado serta merespons cepat dengan melakukan penarikan menu MBG yang telah didistribusikan, termasuk di beberapa sekolah lain.

"Setelah menerima laporan, kami segera menarik menu yang sudah beredar untuk mengantisipasi risiko pada siswa," katanya.

Ia mengatakan daging ayam yang berwarna kemerahan disebabkan oleh proses marinasi dalam tahap pengolahan.

Kendati demikian, dia mengatakan insiden ini menjadi bahan evaluasi serius guna meningkatkan jaminan kualitas produk ke depan.

"Warna merah memang bisa dipengaruhi oleh marinasi. Akan tetapi, hal ini tetap menjadi catatan evaluasi agar kualitas makanan ke depan lebih terjamin," katanya.

Guru Sekolah Dasar Kalipancur 02 Waluyo mengatakan bahwa 133 porsi MBG yang didistribusikan ke sekolah dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ditemukan indikasi daging ayam yang tidak matang dan berbau amis menyengat.

"Kondisi itu terdeteksi saat proses penyaluran makanan tengah berlangsung kepada para peserta didik. Warna daging ayam di bagian dalam masih kemerahan dan aromanya cenderung anyir," katanya.

Bahkan, kata dia, pada siswa kelas IV yang sudah terlanjur menyantap menu MBG tersebut kemudian merasakan ketidaknyamanan seperti mual.

"Ada beberapa anak yang sudah makan menu MBG itu, kemudian mengeluhkan mual," katanya.

Kepala Kepolisian Sektor Blado AKP Sapto Winengku mengatakan sampel menu MBG tersebut sudah diambil oleh pihak puskesmas untuk dilakukan uji laboratorium.

"Jadi, apakah menu MBG tersebut layak di makan atau tidak oleh anak-anak masih menunggu hasil laboratorium," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.