Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PU Dorong Pekalongan Jadi Prioritas Tanggul Laut Raksasa

📅 Senin, 30 Mar 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Menteri PU Dorong Pekalongan Jadi Prioritas Tanggul Laut Raksasa Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di di Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (29/3).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengusulkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) agar wilayah Pekalongan dapat masuk wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) sesi pertama selain Teluk Jakarta dan Semarang-Kendal-Demak.

"Saya bilang kemarin ke Bapak Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan. Pak, fakta hari ini adalah Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut jadi mungkin tolong dipertimbangkan Pekalongan bagian daripada yang Bapak (Kepala BOPPJ) prioritaskan di sesi pertama (GSW) ini," ujar Dody di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu.

Kementerian PU, menurut Dody, diminta oleh BOPPJ untuk menempatkan personel di BOPPJ. Kementerian juga terus berkoordinasi dengan BOPPJ terkait pembangunan Giant Sea Wall.

"Memang beberapa kita sudah menginisiasi. Dan kemudian karena ada inisiasi, ada beberapa loan kalau tidak salah saya. Ada beberapa loan yang terkait dengan Giant Sea Wall tapi masih masuk di kita. Saya sudah komit sama Bapak Kepala BOPPJ, apa pun loan atau pinjaman atau apa pun yang dari luar yang terkait Giant Sea Wall dan masih saya (Kementerian PU) pegang, itu saya alokasikan 100 persen untuk BOPPJ sebagai salah satu dukungan saya ke BOPPJ," katanya.

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa mengungkapkan urgensi pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall untuk melindungi kontribusi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 368,3 miliar dolar AS.

Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa urgensi pembangunan atau perlindungan Pantura Jawa itu salah satunya yang dilakukan dengan membangun Giant Sea Wall.

Selain mengalami penurunan permukaan air tanah, menurut dia, wilayah Pantura Jawa juga mengalami banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut sehingga dapat mengancam terhadap aset-aset nasional yang berada di wilayah tersebut.

Selain itu, kota-kota strategis di wilayah Pantura Jawa seperti Semarang juga mengalami penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan mengalami banjir rob.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Luar Negeri
Bank Sentral Selandia Baru ...
Nasional
Kemensos dan PT Pos Siapkan...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.