Brigade Pangan Andalan Kalsel Optimalisasi Lahan Pertanian
📅 Senin, 30 Mar 2026, 13:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANJARMASIN – Tiap daerah harus mengembangkan diri untuk menjaga ketahanan pangan di masa krisis ini, tak terkecuali dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Saat ini Kalsel tengah menyiapkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berupa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi brigade pangan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya brigade pangan ini agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian yang terus berkembang, kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Hotni Elfrida Silalahi pada kegiatan pelatihan kompetensi SDM brigade pangan di Banjarbaru, Senin.
“Pelatihan ini penting agar brigade pangan memiliki kemampuan yang memadai, baik dari sisi teknis maupun manajerial dalam mengelola lahan pertanian,” ujar Hotni.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pengelolaan lahan secara modern menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi hasil pertanian. Dengan penerapan teknologi yang tepat, proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan mampu menghasilkan output yang lebih optimal.
Ia menambahkan, setiap pelatihan nantinya akan diikuti sebanyak 50 brigade pangan yang berasal dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Dengan melibatkan perwakilan dari seluruh daerah, diharapkan pemerataan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dapat tercapai.
“Melalui pelatihan tersebut para brigade pangan diharapkan memiliki keterampilan yang lebih komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, pengolahan lahan, penanaman, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pendekatan profesional juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. Dengan pengelolaan yang terencana dan berbasis pengetahuan, sektor pertanian diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan serta mampu menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
Program ini juga diharapkan dapat mendorong brigade pangan menjadi garda terdepan dalam mendukung peningkatan produksi pangan daerah. Tidak hanya itu, keberadaan brigade pangan yang kompeten juga dapat membantu petani dalam mengadopsi teknologi baru serta meningkatkan kualitas hasil panen.
“Dengan peningkatan kompetensi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis sektor pertanian akan semakin maju, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan petani,” tutup Hotni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!