Orangtua Tak Paham Gadget Bangka Tengah Beri Pelatihan demi Keberhasilan PP Tunas
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 13:13 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANGKA TENGAH – Masih ada yang kurang untuk implementasi PP Tunas. Banyak orangtua tidak paham media social atau gadget, maka Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meningkatkan edukasi digital bagi kalangan orang tua. Ini sebagai langkah mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang mulai berlaku efektif 28 Maret 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Indrawadi di Koba, Minggu, mengatakan tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan diminta tidak hanya memberikan edukasi digital kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua. “Orang tua merupakan garda terdepan dalam mengontrol, mengawasi dan memproteksi penggunaan teknologi bagi kalangan anak pada usia tertentu,” ujarnya.
Ia menyatakan dukungan terhadap Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam mengimplementasikan PP Tunas secara efektif, terutama terkait pembatasan ruang digital bagi anak. Menurut dia, pembatasan tersebut penting karena masih terdapat sejumlah platform yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan tumbuh kembang anak.
Selain itu, pengawasan penggunaan gawai atau telepon seluler oleh anak, terutama di lingkungan rumah dinilai sangat bergantung pada peran orang tua dalam memproteksinya. Indrawadi juga menyoroti masih adanya kesenjangan literasi digital antara orang tua dan anak.
Ia menjelaskan anak yang tumbuh sebagai generasi digital atau digital native umumnya lebih memahami teknologi dibandingkan orang tua. “Masih ada orang tua yang belum memahami platform yang digunakan anak, sehingga pengawasan yang dilakukan belum optimal,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan literasi digital melalui berbagai program sosialisasi dan pendampingan yang melibatkan sekolah serta komunitas pendidikan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak, sejalan dengan kebijakan nasional dalam pelindungan anak di ruang siber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!