Bulog Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Ancaman El Nino & Gejolak Global
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Perum Bulog memastikan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) tetap aman meski terjadi gejolak di Timur Tengah dan ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “Godzilla El Nino” yang berpotensi memicu kekeringan panjang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kondisi pangan nasional relatif stabil karena Indonesia telah mencapai swasembada, sehingga dampak konflik global tidak terlalu mempengaruhi ketersediaan pangan domestik saat ini.
"Ya, betul sekali (stok pangan di tengah gejolak Timur Tengah). Jadi kita, Indonesia bersyukur alhamdulillah dengan swasembada pangan sehingga masalah pangan Indonesia tidak terlalu terdampak dengan masalah Timur Tengah," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan capaian swasembada pangan menjadi faktor penting yang menjaga ketahanan nasional, sehingga tekanan dari gejolak geopolitik internasional tidak langsung berdampak signifikan terhadap pasokan pangan masyarakat luas di dalam negeri.
BUMN pangan itu mencatat total stok pangan nasional komoditas beras saat ini telah mencapai 4,23 juta ton, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan jumlah tersebut, Bulog optimistis ketersediaan pangan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, termasuk dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan cukup ekstrem.
Dalam pengelolaan komoditas, Bulog tidak hanya mengandalkan beras, tetapi juga mengelola jagung sebagai pakan ternak di dalam negeri.
Untuk komoditas minyak goreng, Bulog mencatat ketersediaan stok mencapai sekitar 72.000 kiloliter per bulan, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat secara nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kondisi tersebut, Bulog memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, karena seluruh stok dalam kondisi aman, terkendali, dan terus dikelola optimal untuk memenuhi kebutuhan nasional.
"Jadi cukup aman terkendali. Jadi masyarakat tidak perlu bimbang," kata Rizal.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaimain menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada sembilan komoditas strategis yang dicapai sejak awal tahun 2026.
Dia menyebutkan sembilan komoditas itu meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!