Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Praktik Pungutan Liar di Tempat Wisata Pantai Wilayah Selatan Garut

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Praktik Pungutan Liar di Tempat Wisata Pantai Wilayah Selatan Garut Doc: Antara

Garut - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta Kepolisian Resor Garut untuk membantu mengatasi praktik pungutan liar di tempat wisata pantai wilayah selatan Garut agar tidak ada pelanggaran yang merusak citra pariwisata Garut.

"Sudah kolaborasi sama Kapolres minta tolong dibantu di-'backup' APH (aparat penegak hukum)," kata Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina kepada wartawan di Garut, Sabtu.

Ia menuturkan, pemerintah daerah sudah mendapatkan informasi adanya keluhan wisatawan terkait dugaan pungutan liar di tempat wisata pantai wilayah selatan Garut.

Keluhan itu, kata dia, sudah ditindaklanjuti yang sampai saat ini informasi dari masyarakat itu masih terus ditelusuri di mana tempatnya, termasuk siapa orangnya.

"Yang kemarin itu info-info dari masyarakat agak-agak masih abu-abu ya, tidak tahu titiknya di mana, orangnya siapa," katanya.

Namun pemerintah daerah, kata dia, tidak akan diam, berkolaborasi dengan APH untuk menyelesaikan persoalan pungutan liar yang selama ini masih terjadi di tempat wisata.

Jika ada bukti kuat praktik pungutan liar, kata dia, maka APH akan langsung turun untuk segera menyelesaikannya sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau memang ada bukti tegas, ada, sangat tervalidasi buktinya, pasti APH langsung turun," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Garut sebelumnya sudah melakukan pembenahan persoalan internal yang harus diselesaikan di tempat wisata pantai selatan Garut.

"Dari dulu juga sudah dibenahin ya, cuma kemarin baru ganti Kadis (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), jadi sudah mulai ada pembenahan secara internal karena memang ternyata banyak 'duri dalam dagingnya'," kata Putri.

Selama ini, kata dia, pembenahan yang dilakukan di tempat pelayanan publik sektor pariwisata salah satunya dengan melakukan rotasi mutasi petugasnya.

Ia menegaskan, tidak hanya di destinasi wisata, tempat pelayanan publik lainnya apabila ada indikasi pungutan liar akan dilakukan rotasi mutasi.

"Kemarin kita bicara rotasi mutasi, kalau bukti agak susah, kalau ada indikasi kita coba mutasi rotasi supaya orang-orangnya tidak di situ," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Garut sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan adanya pungutan liar yang dikeluhkan pengunjung di tempat wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

47 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.