KEK Kura Kura Bali Jaga Pura, Seimbangkan Modern dan Tradisi
📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 08:30 WIB | Oleh: Tim PenulisDENPASAR – Di tengah geliat pembangunan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali tetap menyisakan ruang untuk hal yang tak kalah penting: menjaga nilai-nilai spiritual. Di dalam kawasan ini, delapan pura berdiri dan dirawat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Bukan sekadar bangunan suci, pura-pura ini menjadi “denyut” yang menjaga keseimbangan antara pembangunan dan tradisi. Aktivitas keagamaan tetap berjalan, menghadirkan suasana yang tenang di tengah dinamika kawasan yang terus berkembang.
Bagi pengelola, pelestarian ini jadi komitmen penting—bahwa modernisasi bisa berjalan berdampingan dengan kearifan lokal. Sebuah pengingat bahwa di balik megahnya pembangunan, ada nilai budaya dan spiritual yang tetap harus dijaga.
“Komitmen kami jelas, modernitas yang kami bawa tidak akan menggeser tradisi, melainkan merangkulnya agar berjalan beriringan,” kata Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali Zefri Alfaruqy di Denpasar, Bali, Jumat (27/3).
Adapun delapan pura itu antara lain Pura Pat Payung, Pura Taman Harum, Pura Batu Api, Pura Batu Kerep, Pura Puncakin Tingkih, Pura Tirta Harum, Pura Tanjung Sari, dan Pura Beji.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan KEK Kura Kura ikut dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian spiritual.
“Kami sadar, kami tidak sekadar membangun infrastruktur, tapi kami bertumbuh di atas tanah yang memiliki jiwa dan sejarah panjang,” katanya.
Sementara itu, pemimpin kegiatan upacara keagamaan (pemangku) Pura Pat Payung I Ketut Sudiarsa mengungkapkan pengelola KEK menjalin komunikasi dan koordinasi saat proses pembangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Setiap bulan, manajemen rutin mengaturkan Pejati (sarana upakara) untuk memohon keselamatan dan kelancaran pembangunan," ujar dia.
Senada dengan Sudiarsa, pengurus (pengempon) Pura Batu Api I Made Sandya menjelaskan kehadiran pura-pura di tengah kawasan modern justru memperkuat aura spiritual kawasan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan kearifan lokal.
"Saya rasa, kelancaran pembangunan di KEK ini memerlukan kerja sama atau sinergi yang saling mendukung antara investor dengan penduduk asli lokal, terutama yang memiliki kaitan dengan keberadaan pura di kawasan ini,” kata Sandya.
Berdasarkan data Dewan Nasional KEK, KEK Kura Kura Bali memiliki luas 498 hektare yang dulunya berbentuk Pulau Serangan di Kecamatan Denpasar Selatan dengan target investasi diperkirakan mencapai Rp89,9 triliun dan ditargetkan menyerap tenaga kerja 35.036 orang.
KEK yang dikelola Bali Turtle Island Development (BTID) itu memiliki dasar hukum Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2023.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!