Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Tekanan di Sektor Industri: Gangguan Nafta Bisa Tekan Manufaktur dan PDB

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Tidak mudah mencari pengganti dengan spesifikasi yang sama seperti pasokan dari Timur Tengah,” katanya.

Dalam jangka panjang, Esther menekankan pentingnya penguatan kemandirian industri nasional melalui diversifikasi sumber bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi domestik.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada satu kawasan. Diversifikasi dan penguatan produksi dalam negeri menjadi kunci,” ujarnya.

Di sisi lain, tekanan global juga berdampak pada fiskal negara, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia yang melampaui asumsi dalam APBN.

“Harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran USD60–70 per barel sempat menyentuh USD100, sementara asumsi APBN berada di sekitar USD70. Ini menciptakan tekanan tambahan pada anggaran,” ungkapnya.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap beban subsidi energi.

“Setiap kenaikan USD1 per barel berpotensi menambah sekitar Rp6,8 triliun pada APBN,” jelas Esther.

Tekanan semakin besar ketika pelemahan nilai tukar rupiah terjadi di tengah ketidakpastian global.

“Depresiasi Rp100 terhadap dolar AS dapat menambah beban sekitar Rp0,8 triliun pada APBN,” tambahnya.

Dalam kondisi ini, risiko inflasi juga meningkat, terutama akibat potensi kenaikan harga energi.

“Jika subsidi energi dikurangi, maka harga BBM akan naik dan memicu imported inflation,” ujarnya.

Untuk meredam dampak yang lebih luas, Esther mendorong pemerintah memberikan insentif kepada industri, khususnya sektor strategis seperti petrokimia.

“Insentif diperlukan agar industri tetap beroperasi. Jika terjadi perlambatan atau bahkan penutupan, dampaknya akan meluas ke pengangguran dan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Farida Fauzia
Farida Fauzia
29 Mar 2026, 17:14 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.