Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transportasi Udara AS di Ambang Kolaps, Presiden Trump Tolak Kompromi Anggaran DHS

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Transportasi Udara AS di Ambang Kolaps, Presiden Trump Tolak Kompromi Anggaran DHS Doc: TRT World
Ket. Presiden Donald Trump menolak proposal untuk memulihkan pendanaan operasi keamanan bandara, yang berujung pada perpanjangan penutupan sebagian Department of Homeland Security. Keputusan ini langsung berdampak pada meningkatnya gangguan layanan di berbagai bandara di Amerika Serikat.

JAKARTA - Presiden Donald Trump menolak proposal untuk memulihkan pendanaan operasi keamanan bandara, yang berujung pada perpanjangan penutupan sebagian Department of Homeland Security. Keputusan ini langsung berdampak pada meningkatnya gangguan layanan di berbagai bandara di Amerika Serikat.

Rencana pendanaan tersebut sejatinya mencakup sebagian besar fungsi DHS, termasuk Transportation Security Administration yang bertanggung jawab atas keamanan penerbangan. Sementara itu, isu terkait Immigration and Customs Enforcement akan dinegosiasikan secara terpisah sebagai bentuk kompromi politik.

Sejumlah anggota Partai Republik melihat skema ini sebagai jalan tengah untuk mengakhiri kebuntuan dengan Partai Demokrat. Dukungan juga datang dari Pemimpin Mayoritas Senat John Thune yang menilai langkah tersebut bisa memulihkan fungsi dasar pemerintahan.

Namun, presiden menolak mentah-mentah usulan tersebut dan tetap bersikeras pada agendanya. Ia menuntut agar setiap kesepakatan harus mencakup pengesahan SAVE AMERICA ACT sebagai bagian dari reformasi sistem pemilu.

"Kesepakatan harus mencakup undang-undang pemilu yang kuat," tegasnya.

Penolakan ini terjadi saat operasional TSA berada dalam tekanan berat akibat keterbatasan sumber daya. Antrean panjang dan penundaan penerbangan dilaporkan terjadi di berbagai bandara utama di seluruh negeri.

Banyak pegawai federal diketahui masih bekerja tanpa menerima gaji selama shutdown berlangsung. Kondisi ini memperburuk kinerja layanan dan meningkatkan risiko gangguan operasional di sektor transportasi udara.

Di sisi lain, Partai Demokrat sebenarnya membuka peluang untuk menyetujui pendanaan bagi bagian DHS yang tidak kontroversial. Namun mereka tetap menolak kebijakan yang berkaitan dengan pengetatan imigrasi.

Situasi ini membuat kebuntuan politik semakin dalam tanpa titik temu yang jelas. Presiden bahkan mendesak Partai Republik untuk mengakhiri filibuster dan tetap berada di Washington sampai kesepakatan tercapai.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konflik ini bukan sekadar soal anggaran, tetapi juga pertarungan politik yang lebih luas. Isu keamanan nasional dan sistem pemilu menjadi titik tarik-menarik utama antara kedua kubu.

Dengan tidak adanya kompromi dalam waktu dekat, shutdown diperkirakan akan terus berlanjut. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pelancong yang menghadapi ketidakpastian jadwal penerbangan.

Gangguan yang terus berlanjut juga berpotensi merembet ke sektor ekonomi lainnya. Hal ini mempertegas bahwa kebuntuan politik dapat berdampak luas terhadap stabilitas layanan publik di Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.