Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siap Turun Tangan, Jepang Isyaratkan Kirim Pasukan SDF ke Selat Hormuz untuk Sapu Ranjau, Ini Syarat Mutlaknya

📅 Senin, 23 Mar 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Siap Turun Tangan, Jepang Isyaratkan Kirim Pasukan SDF ke Selat Hormuz untuk Sapu Ranjau, Ini Syarat Mutlaknya Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Bendera negara Jepang dan Amerika Serikat.

TOKYO - Pemerintah Jepang mulai mengkaji kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk melakukan operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz sebagai respons atas meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, Minggu (22/3) menegaskan bahwa langkah strategis ini hanya akan ditempuh apabila kesepakatan gencatan senjata antara pihak Amerika Serikat-Israel dan Iran telah tercapai. Di tengah ancaman terhadap jalur pasokan energi yang menyokong 90 persen kebutuhan minyak mentah nasional tersebut, Tokyo juga terus mengintensifkan upaya diplomatik untuk membebaskan jurnalis NHK yang masih ditahan oleh otoritas Teheran sejak awal tahun 2026.

"Teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia," kata Motegi dalam sebuah program televisi.

"Katakanlah (pihak-pihak telah mencapai) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," tambahnya, merujuk pada potensi pengiriman SDF.

Motegi, yang hadir selama pembicaraan puncak Jepang-AS di Washington Kamis lalu, mengingat bagaimana Presiden AS Donald Trump mengangguk ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjelaskan batasan hukum Jepang dalam mengirimkan kapal dari angkatan pertahanannya.

Menlu Jepang itu mengatakan bahwa "tidak ada janji khusus" yang dibuat atau masalah apa pun yang harus dibawa Jepang kembali ke dalam negeri untuk dipertimbangkan.

Konflik tersebut telah meningkat menjadi konflik dengan implikasi yang lebih luas terhadap stabilitas di Timur Tengah dan pasokan energi global sejak pasukan AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.

Jepang bergantung pada kawasan tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, yang sebagian besar biasanya melewati selat tersebut.

Motegi secara terpisah mengatakan bahwa salah satu dari dua warga negara Jepang yang ditahan di Iran telah dibebaskan. Orang tersebut dibebaskan Rabu lalu dan naik pesawat dari Azerbaijan menuju Jepang, menurut menteri luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa individu tersebut, yang telah ditahan sejak Juni, tiba d Jepang pada Minggu dan tidak memiliki masalah kesehatan.

"Kami sedang berupaya untuk segera membebaskan individu lainnya," kata Motegi.

Sebuah organisasi nirlaba mengatakan bahwa warga negara Jepang lainnya adalah kepala biro Teheran dari lembaga penyiaran publik NHK, yang ditahan pada 20 Januari oleh otoritas setempat.

Pemerintah Jepang mengumumkan awal bulan ini bahwa dua warga negara Jepang ditahan, dan bahwa mereka telah meminta pembebasan mereka lebih awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menyambut Hari Raya Galungan di Bali

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Menyambut Hari Raya Galunga...
Ekonomi
Ekspor Mebel dan Kerajinan ...

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...
Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.