Semakin Banyak Keluarga di Asia Tenggara Terjerat Utang
📅 Senin, 23 Mar 2026, 16:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMekanisme semacam itu telah dibahas selama bertahun-tahun di seluruh wilayah ini. Kedatangan mekanisme tersebut di Kamboja sekarang bukanlah pertanda ambisi reformis, melainkan pertanda meningkatnya urgensi.
Para analis mengatakan kepada DW bahwa solusi untuk krisis utang ini tidaklah sederhana. Solusi tersebut berkisar dari regulasi perbankan yang lebih kuat dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pemberi pinjaman mikrofinansial hingga reformasi sosial yang lebih mendalam sehingga rumah tangga dapat mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan perumahan tanpa harus berutang hingga mencapai titik kritis.
"Liberalisasi lebih lanjut kemungkinan besar tidak akan menguntungkan perekonomian lokal, kecuali jika ada badan pengawas dan pengatur yang kuat, yang saat ini sulit untuk dipenuhi," Roumpakis memperingatkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!