Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Lagi Ngebut Perkuat Ketahanan Pangan Mandiri

📅 Senin, 23 Mar 2026, 06:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Lagi Ngebut Perkuat Ketahanan Pangan Mandiri Doc: ANTARA/HO-Kementan
Ket. Petani menjemur gabah hasil panen di lahan terbuka sebagai bagian dari proses pascapanen untuk menjaga kualitas dan mendukung ketersediaan stok pangan nasional.

JAKARTA – Memperkokoh ketahanan pangan nasional secara mandiri itu bukan sekadar soal panen melimpah, tapi juga bagaimana kita bisa berdiri di kaki sendiri.

Dari petani di desa, lahan yang dikelola dengan baik, sampai kebiasaan kita menghargai hasil bumi lokal—semuanya punya peran.

Pelan-pelan, kemandirian pangan dibangun dari hal sederhana: menanam, merawat, dan mengelola dengan bijak.

Harapannya, bukan cuma cukup untuk hari ini, tapi juga tetap aman untuk masa depan—tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah terus memperkokoh ketahanan pangan nasional secara mandiri sehingga tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global, tanpa bergantung negara lain.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (23/3).

Ia menegaskan hal itu menyikapi ancaman krisis pangan global yang dapat meningkat akibat konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan dan harga pangan di berbagai negara di dunia saat ini.

Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) memperingatkan eskalasi konflik dapat mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut hingga rekor, dengan tambahan hampir 45 juta orang pada 2026.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan menjadi isu strategis global, karena kenaikan harga energi, gangguan pelayaran, dan biaya logistik dapat memicu inflasi pangan seperti krisis sebelumnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia-Ukraina pada 2022.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

Di tengah ancaman krisis pangan global tersebut, katanya, Indonesia justru dinilai berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan.

Program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi membangun sistem pertanian yang kuat, modern, dan berkelanjutan.

“Kita harus optimis. Indonesia punya lahan, air, iklim, dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil, salah kalau kekuatan ini kita biarkan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (2)

Ta Ge2
Ta Ge2
29 Mar 2026, 13:06 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Ta Ge2
Ta Ge2
29 Mar 2026, 13:06 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.