Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerhati Kesehatan Mental Ungkap WFA ASN dan Sekolah Daring Berpotensi Picu “Technostress”

📅 Minggu, 22 Mar 2026, 21:52 WIB | Oleh:
Pemerhati Kesehatan Mental Ungkap WFA ASN dan Sekolah Daring Berpotensi Picu “Technostress” Doc: Istimewa
Ket. Pemerhati kesehatan mental anak dan remaja, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya

JAKARTA — Kebijakan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai berlaku April 2026 dinilai berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Dan tekanan psikologis atau technostress harus diantisipasi sejak awal.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Pemerhati kesehatan mental anak dan remaja, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya. Menurut dia kebijakan kondisi psikologis ASN dalam bekerja di tengah tuntutan digital.

“Kebijakan ini baru selesai setengah jalan jika hanya menjawab di mana ASN bekerja. Atau tanpa menjawab dalam kondisi psikologis seperti apa mereka bekerja,” ujar Dewa saat dikonfirmasi, Minggu (22/3).

Ia menjelaskan technostress merupakan tekanan psikologis akibat ketidakmampuan individu menghadapi tuntutan teknologi digital. Menurut dia, ASN di Indonesia menghadapi tiga lapis kerentanan.

Pertama, struktur birokrasi berlapis membuat koordinasi sebelumnya dapat diselesaikan melalui rapat tatap muka kini bergeser ke komunikasi digital. Sehingga hal tersebut berdampak dapat meningkatkan beban kognitif.

Kedua, sifat akuntabilitas publik ASN yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengaburkan batas antara jam kerja dan waktu istirahat sehingga memunculkan budaya selalu terhubung (always-on).

Ketiga, perbedaan tingkat literasi digital di kalangan ASN, terutama bagi mereka yang berada di daerah dengan keterbatasan infrastruktur internet. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem kerja berbasis digital.

Selain ASN, Dewa menilai kondisi serupa juga terjadi dalam penerapan pembelajaran daring di sektor pendidikan. Ia menyebut ekosistem digital ini terus aktif, mulai dari notifikasi tugas, penggunaan berbagai platform belajar, hingga tuntutan respons cepat.

“Ini berpotensi menimbulkan kelelahan pada guru dan menurunkan konsentrasi siswa. Sekolah daring tanpa protokol kesehatan digital yang jelas bisa mengaburkan batas antara waktu belajar dan waktu istirahat,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan efisiensi yang disiapkan pemerintah masih berfokus pada aspek infrastruktur dan prosedur. Seperti fleksibilitas kerja, penguatan platform digital, pembatasan perjalanan dinas, efisiensi gedung, dan pembelajaran adaptif.

Padahal, kata dia, pengalaman sejumlah negara yang telah lebih dulu menerapkan kerja hibrida menunjukkan pentingnya keberadaan protokol right to disconnect atau pelatihan digital yang komprehensif, serta sistem pemantauan kesejahteraan pegawai.

Sejumlah riset menunjukkan intervensi digital dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, depresi, hingga kelelahan kerja. Dewa menegaskan pelayanan publik yang optimal memerlukan kondisi ASN yang sehat secara mental.

“Pelayanan publik yang baik tidak lahir dari ASN yang terhubung sepanjang hari. Melainkan dari ASN yang cukup sehat untuk berpikir jernih dan berempati,” pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.