Perang Iran: Kapasitas LNG Qatar Lenyap 17% hingga Lima Tahun Ke Depan
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 06:32 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SQatarEnergy telah menyatakan keadaan kahar (force majeure) atas seluruh produksi LNG-nya setelah serangan sebelumnya terhadap pusat produksi Ras Laffan, yang kembali diserang pada hari Rabu. “Agar produksi dapat dimulai kembali, pertama-tama kita perlu menghentikan permusuhan,” kata al-Kaabi.
Unit-unit yang rusak tersebut menelan biaya sekitar 26 miliar dolar AS untuk pembangunannya, kata al-Kaabi. Ia juga mengatakan kepada Reuters bahwa skala kerusakan akibat serangan tersebut telah membuat kawasan itu mundur 10 hingga 20 tahun.
“Jika Israel menyerang Iran, itu urusan antara Iran dan Israel. Itu tidak ada hubungannya dengan kami dan kawasan ini,” katanya.
“Jadi sekarang, sebagai tambahan, saya mengatakan bahwa semua orang di dunia, baik itu Israel, AS, atau negara lain mana pun, semuanya harus menjauhi fasilitas minyak dan gas.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!