Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah AS Khawatir Dampak Politik Jika Harga Bensin Melampaui US$3 Dollar per Galon

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 02:23 WIB | Oleh:
Pemerintah AS Khawatir Dampak Politik Jika Harga Bensin Melampaui US$3 Dollar per Galon Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi Gedung Putih.

WASHINGTON, DC - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) khawatir terhadap dampak politik jika harga bensin melampaui 3 dollar AS (sekitar 51.300 rupiah) per galon, lapor media Politico, Senin (20/4), mengutip seorang sumber.

“Jika kita tidak melihat harga bensin 3 dollar per galon, kita akan terpukul,” kata sumber yang dekat dengan Gedung Putih, seperti dikutip Politico.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para ahli strategi di dalam dan sekitar pemerintahan Presiden Donald Trump menyadari bagaimana situasi pasar energi kemungkinan akan berkembang saat AS memasuki musim pemilu pada musim gugur ini.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa Menteri Energi Chris Wright keliru ketika menyebut harga bensin di AS mungkin tidak akan turun hingga tahun depan. Ketika ditanya kapan harga akan turun, presiden menjawab “segera setelah ini berakhir.”

Pada Minggu, Wright menyatakan bahwa harga bensin kemungkinan tidak akan kembali ke tingkat sebelum konflik Iran pada tahun ini.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Eskalasi tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Ant/sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.