Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Manufaktur dan Investasi, Negara Jangan Ragu-ragu Terapkan Kebijakan Industri

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 19:14 WIB | Oleh:
Kejar Manufaktur dan Investasi, Negara Jangan Ragu-ragu Terapkan Kebijakan Industri Doc: Istimewa
Ket. Pendekatan pasar bebas tidak efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

SURABAYA - Bank Dunia baru-baru ini, mengakui kesalahan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, dengan beralih ke kebijakan industri karena tarif, subsidi, dan berbagai intervensi lainnya semakin populer di kalangan negara-negara yang ingin mencapai pertumbuhan.

Bank tersebut menyimpulkan bahwa kebijakan industri justru memberi kekuatan yang lebih besar kepada industri manufaktur. 

Bank Dunia memperkirakan bahwa 183 negara menargetkan pertumbuhan setidaknya satu industri, dan bahwa, rata-rata, negara-negara miskin menargetkan 13 industri, lebih dari dua kali lipat jumlah di negara-negara kaya.

Jangan ragu-ragu

Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan, peraluhan dukungan Bank Dunia ke kebijakan industri merupakan fenomena besar yang menunjukkan pergeseran dari paradigma  pasar bebas yang dianggap kurang efektif  mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

"Rupanya bank dunia kian sadar jika kebijakan industri lebih bisa diandalkan untuk menghadapi persaingan dan ketidakpastian global yang makin menjadi-jadi ini. Mereka melihat strategi ini lebih fleksibel dan pragmatis karena berfokus hasil nyata di lapangan."

"Ini sudah jadi tren globaln Semua negara maju yang ekspornya kuat melakukan intervensi dengan caranya masing-masing. Rrasanya mustahil industri bisa maju kalau tidak di-back up pemerintahannya. Lihat saja Tiongkok yang masif dalam mendukung industrinya, mulai subsidi, mencari minyak murah dari Iran dan lain-lain. Mereka sadar, akan tetap tinggal di tempat jika industrinya auto pilot. Jadi Tiongkok tidak tanggung-tanggung memberikan dukungan. Hasilnya mereka tidak terbendung lagi,sudah atau hampir di top of the world. Sampai-sampai Amerika mengekuarkan tarif untuk mengimbangi."

Menurutnya, pemerintah tidak perlu ragu untuk mulai mengadopsi kebijakan industri jika memang targetnya menjadi negara maju ingin tercapai. Strategi ini juga cukup ampuh untuk mendukukung iklim investasi. 

"Seperti Tiongkok, hasilnya investor berduyun-duyun buka pabrik  di sana. Karena memang cara ini menciptakan kepastia: Kebijakan industri yang jelas dan stabil dapat memberikan jaminan bagi investor sehingga kepercayaan terhadap arah dan prioritas pemerintah naik. Subsidi, insentif, dan investasi infrastruktur juga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri."

Dian menambahkan, kebijakan industri juga dapat mendorong inovasi dan pengembangan teknologi dengan memberikan dukungan riset dan pengembangan.

"Karena inovasi sendiri adalah kebutuhan berkelanjutan untuk menang dalam persaingan," ujarnya

Supaya kebijakan industri berhasil dan tidak membahayakan negara, lanjutnya, pemerintah perlu memperhatikan

beberapa hal. 

"Pastikan kebijakan industri transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Harus ada

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Berikut Daftar Harga BBM di...
Megapolitan
Jelang Kirab HUT RI Ke-81, ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.