Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daftar iOS iPhone yang Rentan Terinfeksi Malware DarkSword dan Cara Mengatasinya

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 19:08 WIB | Oleh:
Daftar iOS iPhone yang Rentan Terinfeksi Malware DarkSword dan Cara Mengatasinya Doc: PC MAG
Ket. Para peneliti keamanan mengungkap serangan siber baru bernama “DarkSword” yang mampu menyusupi iPhone dari jarak jauh. Serangan ini diketahui menargetkan perangkat yang masih menggunakan iOS versi 18.4 hingga 18.7.

JAKARTA - Para peneliti keamanan mengungkap serangan siber baru bernama "DarkSword" yang mampu menyusupi iPhone dari jarak jauh. Serangan ini diketahui menargetkan perangkat yang masih menggunakan iOS versi 18.4 hingga 18.7.

Temuan ini dilaporkan oleh peneliti dari Google, Lookout, dan iVerify yang menemukan adanya eksploitasi berbahaya. Serangan tersebut memanfaatkan celah keamanan pada sistem untuk menginfeksi perangkat tanpa interaksi kompleks dari pengguna.

Google mengungkap bahwa serangan DarkSword telah digunakan sejak November 2025 oleh berbagai pihak. Targetnya meliputi pengguna iPhone di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.

"Beberapa vendor pengawasan komersial dan aktor yang diduga disponsori negara telah menggunakan DarkSword," ungkap Google dalam laporannya.

DarkSword ditemukan saat peneliti menelusuri kit eksploitasi lain bernama Coruna. Berbeda dengan Coruna yang menargetkan iOS lama, DarkSword menyasar perangkat dengan sistem operasi yang lebih baru.

Serangan ini disebut menggunakan metode "1-klik" melalui browser Safari. Artinya, pengguna cukup membuka situs berbahaya untuk langsung terinfeksi tanpa perlu mengunduh atau mengklik file tambahan.

iVerify menjelaskan bahwa serangan dapat dikirim melalui domain web yang telah dimanipulasi. Dalam beberapa kasus, pelaku menggunakan domain resmi untuk menyisipkan skrip berbahaya.

"Serangan ini bekerja sebagai eksploitasi 1-klik yang dapat dihosting melalui situs web untuk menargetkan iPhone yang rentan," jelas iVerify.

Setelah berhasil masuk, malware akan langsung mencari data sensitif di perangkat korban. Target utamanya termasuk file dompet mata uang kripto serta informasi penting lainnya.

Peneliti menyebut DarkSword menggunakan pendekatan "serang dan lari". Data dikumpulkan dalam hitungan detik atau menit, kemudian jejaknya dihapus untuk menghindari deteksi.

Serangan ini juga dikaitkan dengan kelompok peretas Rusia yang dikenal sebagai UNC6353. Kelompok tersebut diduga menggunakan DarkSword untuk menyerang pengguna di Ukraina dan mencuri data penting.

Selain itu, eksploitasi ini juga pernah digunakan melalui situs palsu yang meniru platform populer. Bahkan, vendor pengawasan asal Turki disebut ikut memanfaatkan celah ini untuk menyebarkan malware backdoor.

Google mencatat DarkSword memanfaatkan enam kerentanan berbeda untuk menyebarkan tiga jenis malware. Kompleksitas ini menunjukkan tingkat kecanggihan serangan yang cukup tinggi.

Meski demikian, Apple telah merilis pembaruan keamanan untuk menutup celah tersebut. Kerentanan ini telah diperbaiki melalui iOS 26.3 serta pembaruan tambahan untuk versi sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Panggil 13 Saksi di Jak...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.