Anutin Charnvirakul Kembali Dipilih sebagai PM Thailand
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 14:21 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, 10 anggota parlemen yang baru terpilih, termasuk pemimpin partai Natthaphong, menghadapi tuduhan pelanggaran etika atas upaya mereka untuk mereformasi undang-undang penghinaan terhadap kerajaan, yang dapat menyebabkan mereka dilarang berpolitik.
Berbicara kepada wartawan sebelum pemungutan suara, Natthaphong mengatakan bahwa pihak oposisi bertujuan untuk "memanfaatkan panggung parlemen ini untuk berkomunikasi secara efektif dengan sesama warga negara".
Tantangan di Depan
Pertumbuhan ekonomi Thailand melambat tahun lalu, dengan pemerintah yang baru berkuasa menghadapi sektor pariwisata yang sedang kesulitan, sementara Vietnam yang berkembang pesat kini menarik lebih banyak investasi asing langsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sehari setelah serangan Israel-AS terhadap Iran, yang memicu perang yang telah menjerumuskan pasar global ke dalam kekacauan, Anutin berjanji untuk "mengubah krisis Timur Tengah ini menjadi peluang bagi Thailand ".
Namun, negara tersebut kini menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan gangguan pasokan.
Ilmuwan politik Yuttaporn Issarachai mengatakan bahwa agenda utama pemerintah Thailand telah bergeser ke arah tantangan eksternal yang berat, termasuk dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejauh ini, kabinet gagal menghasilkan langkah-langkah tegas untuk menurunkan biaya bahan bakar, hanya menawarkan solusi 'tambal sulam' seperti bekerja dari rumah," katanya kepada AFP.
Konflik perbatasan yang berkepanjangan dengan Kamboja tetap menjadi tantangan -- bahkan ketika gencatan senjata yang rapuh masih berlaku.
Segera setelah menjadi perdana menteri untuk pertama kalinya, Anutin memberi wewenang kepada angkatan bersenjata untuk mengambil tindakan apa pun yang mereka anggap tepat di perbatasan.
Perbatasan kedua negara sepanjang 800 kilometer (500 mil) masih belum sepenuhnya disepakati, dan militer Thailand menguasai beberapa wilayah sengketa dalam pertempuran terbaru pada bulan Desember.
Namun, menurut Yuttaporn, perhatian para pemilih telah beralih ke hal lain.
"Ekonomi kini menjadi prioritas utama masyarakat."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!