Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Gejolak Harga, Satgas Saber Pangan Jabar Awasi Daging di Pasaran

📅 Senin, 16 Mar 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Gejolak Harga, Satgas Saber Pangan Jabar Awasi Daging di Pasaran Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Pembeli membayar daging sapi kepada penjual di pasar tradisional.

JAKARTA — Komoditas daging sapi yang diminati masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, fluktuasi harganya terus dijaga pemerintah.

Untuk itu, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat turun meninjau ke Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (14/3).

Target inspeksi hari ini adalah daging sapi yang dikabarkan sebelumnya telah menyentuh harga Rp 160.000 per kilogram (kg).

Fakta yang ditemukan ternyata pedagang daging sapi di Pasar Kosambi masih menjual sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Adapun daging sapi yang dibanderol melebihi HAP merupakan kualitas premium di luar ketentuan harga pemerintah.

"Bahwa kondisi harga di sini relatif bagus. Kemudian stoknya relatif bagus. Pada kenyataannya, daging sapi yang dijual oleh pedagang adalah daging sapi yang premium. Tapi masih ada juga daging sapi yang dijual sesuai HAP, yaitu Rp 130.000 sampai Rp 140.000. Nah, ini yang menjadi concern kita," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa.

Fakta yang ditemukan tim adalah pedagang di Pasar Kosambi kerap melakukan pemrosesan daging sapi berupa pembersihan tempelan lemak. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Akan tetapi untuk daging sapi kualitas standar masih dapat dibeli masyarakat dengan harga sesuai yang diatur pemerintah.

Sebaiknya Anda baca juga:

Kepastian itu dibeberkan pula oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono.

Adanya variabel berupa keinginan masyarakat sebagai konsumen terhadap daging sapi yang bersih dari lemak tentu akan berimplikasi pada harga akhir.

"Tadi kami memastikan, khususnya daging sapi, bahwa penjual itu masih menjual sesuai dengan HAP yang bagian paha depan dan paha belakang. Memang untuk berbicara keinginan masyarakat, ini tentunya menjadi variabel ketika masyarakat menginginkan daging yang bersih atau yang premium, ini tentunya akan ada harga kompensasi di atas HET," jelas Wirdhanto.

Adapun pemrosesan lebih lanjut yang dilakukan pedagang daging sapi di Pasar Kosambi berupa pembersihan gajih atau bagian lemak pada daging sapi, sehingga menghasilkan daging sapi pilihan setara kualitas premium.

Tentu ini masih dapat dimaklumi sepanjang pedagang daging sapi masih turut pula menyediakan daging sapi kualitas standar dengan memasang harga jual yang sesuai HAP.

"Jadi ada permintaan masyarakat di situ, istilahnya itu daging premium. Hanya masalah treatment. Gajihnya dihilangkan, lebih dibersihkan, lebih dipilihkan, dan sebagainya. Nah, ini tentunya menjadi hal yang berbeda. Namun demikian, setelah kami cek, para pedagang masih menjual jenis daging sapi yang sesuai dengan HAP, yaitu Rp 130.000 dan Rp 140.000," kata Kombes Pol Wirdhanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.