Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai dan Daging Picu Gejolak Harga, 25 Provinsi Alami Kenaikan IPH

📅 Senin, 16 Mar 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai dan Daging Picu Gejolak Harga, 25 Provinsi Alami Kenaikan IPH Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Cabai di pasar tradisional.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pergerakan harga yang tidak seragam di sejumlah daerah pada pekan kedua Maret 2026. Sebanyak 25 provinsi mencatat peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sedangkan 13 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan IPH tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan peningkatan sebesar 2,85 persen. Posisi berikutnya ditempati Gorontalo sebesar 1,78 persen dan Nusa Tenggara Barat sebesar 1,71 persen.

"Kenaikan IPH juga terjadi di sejumlah provinsi lain seperti Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Barat, Jawa Timur, dan juga Maluku Utara," kata Ateng dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin (16/3).

Menurut Ateng, kenaikan IPH pada periode tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras. Selain itu, beberapa daerah juga mencatat kenaikan harga pada daging ayam ras.

BPS juga mencatat sejumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

Hingga 13 Maret 2026 atau pekan kedua Maret, terdapat 222 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH. Jumlah ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat hanya 204 kabupaten/kota.

"Nah, ada pun 10 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi. Yang pertama di Provinsi Sulawesi Selatan, ini terjadi pada Kabupaten Barru, yaitu perubahan IPH-nya 3,91 persen," ujar Ateng.

Ia menambahkan, kenaikan tertinggi juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sebesar 3,17 persen, serta Kabupaten Brebes di Jawa Tengah sebesar 3,07 persen.

Kenaikan juga tercatat di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Sulawesi Utara, Kabupaten Bone Bolango di Gorontalo, serta Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Di wilayah DKI Jakarta, kenaikan IPH tercatat di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 2,85 persen. Sementara di Jawa Timur, kenaikan terjadi di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pasuruan.

Meski demikian, BPS mencatat sejumlah daerah yang mengalami penurunan IPH. Penurunan terbesar tercatat di beberapa wilayah di Kalimantan Barat dengan penurunan hingga 5,66 persen, serta di beberapa daerah lain seperti Sumatera Utara dan Papua Barat.

Ateng menambahkan, secara umum kenaikan IPH di berbagai daerah masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan utama, terutama cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.