Tradisi Pasola Gaura di Sumba Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga
📅 Minggu, 15 Mar 2026, 14:18 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menegaskan tradisi Pasola merupakan warisan budaya leluhur yang telah dijaga masyarakat Sumba selama ratusan tahun dan harus terus dilestarikan.
"Tradisi ini hanya ada di Sumba dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumba, masyarakat NTT, bahkan Indonesia. Warisan leluhur ini harus terus kita jaga dan perkenalkan kepada dunia," katanya.
Selain itu, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasola agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik sebagai atraksi budaya yang bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumba Barat agar ke depan dapat melakukan penataan arena Pasola secara lebih baik, termasuk pembangunan tribun bagi penonton serta penetapan batas yang jelas antara arena pertandingan dan area penonton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, salah seorang tokoh adat, Laihakodhi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur NTT, yangmenyaksikan langsung atraksi Pasola bersama masyarakat.
"Ini warisan nenek moyang yang kami jaga sampai hari ini. Semoga Pasola Gaura dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menjelaskan di Kabupaten Sumba Barat terdapat tiga lokasi pelaksanaan Pasola, yakni Laboya, Wanokaka, dan Gaura.
Sebaiknya Anda baca juga:
Atraksi Pasola Gaura tahun ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Wisatawan asal Jerman Herman Bierhof, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur tersebut.
"Pertandingannya sangat seru. Tradisi di sini luar biasa, budayanya masih sangat kuat dan alamnya sangat indah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!