Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBPOM Mataram Telusuri Temuan Roti Berjamur Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Barat

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 04:15 WIB | Oleh:
BBPOM Mataram Telusuri Temuan Roti Berjamur Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Barat Doc: ANTARA/HO-BBPOM Mataram
Ket. Petugas BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Mataram memeriksa roti berjamur di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/3).

MAATARAM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menelusuri sumber roti berjamur yang dilaporkan masyarakat saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat menelusuri Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG tersebut.

"Produk roti yang dilaporkan itu diperoleh dari salah satu pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) setempat," ujar dia dalam keterangan di Mataram, Kamis.

Yogi mengungkapkan bahwa pemasok roti belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat.

Dokumen SLHS menjadi salah satu persyaratan dalam pemenuhan standar keamanan pangan bagi produk yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Produk roti berjamur itu sempat terdistribusi ke beberapa sekolah penerima manfaat program MBG, namun para siswa belum sempat mengonsumsi karena sedang berpuasa.

"Kegiatan belajar-mengajar berlangsung pada Ramadhan, sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi," ucap Yogi.

BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat melakukan pembinaan kepada pihak terkait serta menghentikan sementara distribusi produk dari UMKM tersebut hingga seluruh persyaratan keamanan pangan terpenuhi.

Yogi mengimbau seluruh pelaku usaha pangan yang terlibat dalam penyediaan makanan pada program pemerintah agar memastikan proses produksi telah memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Selain itu, pelaku usaha juga perlu memiliki sertifikasi kebersihan dan sanitasi, serta izin edar produk yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Langkah itu penting untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat program," pungkas Yogi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.