Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Anomali Pertumbuhan Ekonomi di Daerah Ini, Kemiskinan Tak Berkurang

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 11:52 WIB | Oleh:
Ada Anomali Pertumbuhan Ekonomi di Daerah Ini, Kemiskinan Tak Berkurang Doc: ist
Ket. tumbuh tapi tetap miskin

BANGKA TENGAH – Sungguh aneh sebagai sebuah anomali atas pertumbuhan ekonomi Bangka Tengah. Penilaian ini datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah. BPS mencatat adanya anomali dalam perkembangan ekonomi Bangka Tengah.

"Ada anomali, di mana pertumbuhan ekonomi meningkat namun tidak diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran," kata Kepala BPS Bangka Tengah I Ketut Mertayasa di Koba, Kamis.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada dasarnya merupakan akumulasi dari kegiatan di setiap sektor ekonomi, seperti pertambangan, penggalian, pertanian, industri, transportasi hingga perdagangan. “Pertumbuhan ekonomi itu berasal dari seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah. Di dalamnya tentu membutuhkan tenaga kerja untuk menggerakkan aktivitas tersebut,” kata Ketut.

Ia menjelaskan, secara angka pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah menunjukkan capaian positif. Bahkan, pada 2025 pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 6,6 persen, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 4,4 persen. Namun demikian, capaian tersebut belum sejalan dengan kondisi sosial masyarakat.

Menurut Ketut, angka kemiskinan di Bangka Tengah justru mengalami peningkatan dan saat ini tercatat sebesar 6,70 persen, lebih tinggi dibandingkan target 2025 yang dipatok sebesar 4,83 persen. Selain itu, tingkat pengangguran juga masih tergolong tinggi karena penyerapan tenaga kerja belum mampu mengikuti laju kebutuhan hidup masyarakat.

Ia menjelaskan, perbedaan indikator antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. “Ekonomi dihitung dari aktivitas usaha yang dilakukan masyarakat dan sektor-sektor produksi, sementara kemiskinan dihitung dari kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Ketut menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk merancang pembangunan yang lebih tepat sasaran dengan berbasis data statistik. “Ke depan kita siap bersinergi untuk merancang pembangunan yang berbasis data, sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat dalam menjawab persoalan ekonomi dan sosial di masyarakat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.