Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh! Siswa SDN 01 Gedong Keracunan MBG Diduga Penyebab Menu Mi Goreng, Puskesmas Cek Sampel Makanannya

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Waduh! Siswa SDN 01 Gedong Keracunan MBG Diduga Penyebab Menu Mi Goreng, Puskesmas Cek Sampel Makanannya Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Wali murid siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengantarkan anaknya ke IGD RSUD Pasar Rebo karena mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis, Selasa (30/9).

JAKARTA - Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo mengecek sampel makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Gedong untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keracunan.

"Saat ini sampel makanan sudah diambil. Jadi, kami belum bisa bicara lebih jauh sebelum hasilnya keluar," kata Kepala Unit Pengelola Sarana dan Prasarana Pendidikan (UP Prasardik) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Budiyono saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/9).

Budiyono membenarkan adanya indikasi keracunan terhadap 20 siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim) setelah mengonsumsi makanan dari program MBG sekitar pukul 07.25 WIB.

Budiyono menjelaskan, menu MBG yang dibagikan pada Selasa ini terdiri dari mi goreng, telur goreng, tahu, capcay dan buah stroberi.

Dari informasi awal, dugaan penyebab keracunan mengarah pada menu mi goreng yang disebut berbau dan terlihat pucat.

Meski demikian, Budiyono menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi.

"Indikasi memang dari mi, katanya pucat dan bau. Tapi kami harus berdasarkan data, bukan perkiraan. Sampel semua lauk juga ikut diperiksa," jelas Budiyono.

Menurut Budiyono, pemeriksaan sampel makanan dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Petugas mengambil seluruh jenis lauk untuk diuji, termasuk mi goreng, sayuran, lauk protein, hingga buah.

Hingga kini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih menunggu hasil pemeriksaan dari puskesmas untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Kalau sudah ada hasil laboratorium, baru bisa dipastikan dari menu mana. Kami tidak bisa mengira-ngira, karena khawatir salah. Prinsipnya, semua menu sudah diambil sampelnya dan diperiksa," kata Budiyono menegaskan.

Adapun program MBG merupakan salah satu kebijakan unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah dasar dan menengah.

Program ini rutin disalurkan di sekolah-sekolah negeri setiap hari dengan menu berganti-ganti.

Kasus dugaan keracunan di SDN 01 Gedong ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG bertujuan memberikan asupan makanan sehat dan aman bagi siswa.

Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan dan aparat terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.