Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo: Kekayaan Negara Harus Dijaga, BUMN Akan Diawasi Utusan Khusus Presiden

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo: Kekayaan Negara Harus Dijaga, BUMN Akan Diawasi Utusan Khusus Presiden Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto menyapa pegawai Danantara saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). Presiden Prabowo mengatakan Danantara memiliki Return on Assets (ROA) yang telah meningkat hingga 300 persen sepanjang tahun 2025.

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khususnya untuk mengawasi BUMN-BUMN untuk memperkuat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan negara yang diberi amanah mengelola kekayaan negara.

Presiden berkeyakinan pengawasan ketat terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah dibutuhkan untuk mencegah adanya kebocoran kekayaan negara.

"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam acara HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).

Di hadapan jajaran pejabat negara dan petinggi-petinggi Danantara, Presiden Prabowo meyakini banyak negara yang kaya dapat rugi, jika pengawasannya lemah dan tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, Presiden juga berpesan kepada jajaran petinggi dan pengawas Danantara untuk menjaga Danantara sebagai sovereign weaith fund-nya Indonesia.

"Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita," kata Presiden Prabowo kepada jajaran petinggi Danantara.

"Jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya. Kita upayakan semua pengawasan. Saya kira, Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada Dewan Pengawas, saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua menko (menteri koordinator) ada di situ ya kan. Saya juga minta BPK masuk (sebagai pengawas, red.) keluar (awasi Danantara), BPKP masuk (sebagai pengawas), keluar (awasi Danantara), Kejaksaan, polisi, Panglima TNI, semua ikut mengawasi," ujar Presiden dalam arahannya.

Dalam acara yang sama, selain soal pengawasan, Presiden Prabowo juga kembali mengingatkan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik kepada jajaran petinggi Danantara dan pimpinan-pimpinan BUMN.

"Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," ujar Prabowo kepada petinggi-petinggi Danantara dan pimpinan BUMN-BUMN dalam acara HUT Danantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.