Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Genjot Swasembada Gula agar Tak Impor Lagi

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 13:14 WIB | Oleh:
Pemerintah Genjot Swasembada Gula agar Tak Impor Lagi Doc: ist
Ket. benih tebu

JAKARTA – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk segera mencapai swasembaga gula. Misalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 5,9 miliar mata benih tebu pada tahun ini. Tujuannya, mempercepat swasembada gula melalui pengembangan areal tebu rakyat dan peningkatan produktivitas perkebunan nasional.

"Kementerian Pertanian mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis.

Mentan menyebutkan pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare yang akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia. Namun, dia tidak merinci provinsi tersebut.

Langkah itu, lanjut Amran, merupakan bagian dari strategi memperkuat areal tebu sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan gula nasional secara berkelanjutan.

Dia menegaskan penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong tercapainya swasembada gula. Menurutnya, pemerintah terus melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir untuk memastikan sistem produksi gula nasional semakin kuat.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” tutur Amran.

Mentan juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Upaya percepatan ini sebelumnya telah dimulai pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani, setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. "Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten," jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat menjelaskan ketersediaan benih unggul merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” ujar Roni.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan penguatan benih serta perluasan pengembangan tebu rakyat, pemerintah optimistis produksi gula nasional akan terus meningkat. Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.