Ketahanan Pangan Jadi Fokus Riset
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Petani hanya menikmati sekitar lima persen dari total keuntungan dalam rantai pasok, sementara keuntungan terbesar dinikmati oleh roaster, eksportir, dan pedagang,” jelasnya.
Karena itu, peningkatan kualitas produk dan sertifikasi diharapkan dapat memperkuat posisi petani sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan ekspor tetap memperhatikan kebutuhan domestik agar stabilitas pasokan dalam negeri tetap terjaga.
“Menurut saya, kebutuhan domestik harus dipenuhi terlebih dahulu, kemudian sisanya baru diekspor,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesempatan ekspor tersebut muncul setelah diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menghasilkan kesepakatan dagang resiprokal dengan AS. Melalui perjanjian tersebut, sebanyak 173 pos tarif yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dibebaskan dari bea masuk di pasar AS. ers/and
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!