Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Riset

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketahanan Pangan Jadi Fokus Riset Doc: istimewa
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto

Pemerintah harus mendorong perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian yang dapat mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan pemerintah membutuhkan percepatan pemanfaatan hasil riset dari perguruan tinggi guna merespons dinamika global yang semakin kompleks, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

Saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3), Brian menjelaskan salah satu fokus pembahasan dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto adalah mendorong hasil penelitian di kampus agar dapat segera diterapkan dalam berbagai sektor strategis.

“Beberapa hasil riset diharapkan dapat segera digunakan untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi,” katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Brian menilai situasi geopolitik global berpotensi memengaruhi stabilitas berbagai sektor penting, termasuk pangan dan energi. Oleh karena itu, pemerintah mendorong percepatan hilirisasi hasil penelitian agar inovasi yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan industri.

Menurut Brian, banyak inovasi yang dihasilkan dari penelitian di perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pangan serta efisiensi pemanfaatan energi.

“Kami berharap para peneliti di kampus dapat segera didorong untuk mengembangkan riset yang mendukung ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi masih akan membahas langkah-langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset tersebut. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang relevan dapat segera diimplementasikan guna memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global.

Peluang Ekspor

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyoroti peluang besar ekspor komoditas pertanian Indonesia ke pasar Amerika Serikat setelah adanya kebijakan pembebasan tarif nol persen.

Menurut Esther, komoditas seperti kopi, kakao, dan produk perkebunan lainnya memiliki potensi besar untuk menembus pasar Amerika Serikat (AS). Namun, produsen dalam negeri perlu memastikan produk mereka memenuhi standar mutu internasional yang ketat.

“Untuk bisa masuk pasar AS, produk seperti kopi dan kakao harus memenuhi standar mereka, misalnya sertifikasi organik USDA atau fairtrade,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemenuhan standar mutu dan sertifikasi menjadi faktor penting agar komoditas pertanian Indonesia dapat bersaing di pasar global. Selain meningkatkan akses pasar, sertifikasi juga dapat mendorong peningkatan kualitas produksi di tingkat petani.

Esther juga menyoroti bahwa selama ini petani memperoleh porsi keuntungan yang relatif kecil dalam rantai pasok komoditas global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.