Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakistan Terapkan Empat Hari Kerja Sepekan akibat Krisis Minyak

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Pakistan Terapkan Empat Hari Kerja Sepekan akibat Krisis Minyak Doc: X - Shehbaz Sharif
Ket. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif

ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan mengumumkan langkah penghematan besar untuk menghadapi krisis minyak global. Krisis tersebut dipicu oleh perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memengaruhi pasokan energi dunia.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan kebijakan tersebut dalam pidato kepada rakyat pada Senin, 9 Maret 2026 malam. Ia menekankan, konflik di kawasan Teluk berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dalam waktu dekat.

Menurut Sharif, harga minyak global telah melonjak hingga lebih dari 100 dollar AS per barel (Rp, 1,6 juta). Pakistan yang bergantung pada impor minyak dan gas dari kawasan Teluk diperkirakan menghadapi tekanan ekonomi jika konflik terus berlanjut.

“Oleh karena itu, pemerintah mengambil sejumlah keputusan yang disebut sebagai langkah sulit. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan pasokan energi tetap tersedia,” dilansir dari Dawn.

Salah satu kebijakan utama adalah penerapan sistem kerja empat hari bagi kantor pemerintah. Kantor pemerintah hanya beroperasi dari Senin hingga Kamis, sementara hari tambahan sebagai hari libur tidak berlaku bagi sektor perbankan.

Kebijakan tersebut juga tidak diterapkan pada sektor pertanian, industri, rumah sakit, maupun layanan ambulans yang dianggap sebagai layanan penting. Pemerintah juga memutuskan menutup semua sekolah dan perguruan tinggi selama dua minggu ke depan.

Sementara itu, lembaga pendidikan di bawah Higher Education Commission akan tetap melanjutkan proses belajar melalui sistem daring. Selain itu, semua perusahaan publik dan swasta diwajibkan menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi 50 persen karyawan.

Meski demikian, aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor pertanian dan industri. Dalam upaya menghemat bahan bakar, pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas.

Selama dua bulan ke depan, kendaraan pemerintah hanya akan menerima pasokan bahan bakar sebesar 50 persen dari biasanya. Selain itu, sekitar 60 persen kendaraan dinas tidak akan digunakan.

Namun, pembatasan ini tidak berlaku bagi ambulans dan kendaraan transportasi umum. Langkah penghematan juga menyasar pejabat negara, dengan menteri federal, penasihat, dan asisten khusus tidak akan digaji selama dua bulan.

Sementara itu, anggota parlemen akan mengalami pemotongan gaji sebesar 25 persen. Pejabat pemerintah golongan tinggi juga mengalami pemotongan gaji setara dua hari kerja, pengeluaran lembaga pemerintah akan dipangkas 20 persen.

Pemerintah juga memberlakukan larangan perjalanan luar negeri bagi pejabat pemerintah kecuali untuk kepentingan nasional. Seluruh rapat pemerintah akan dilaksanakan secara daring untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Selain itu, pemerintah melarang penyelenggaraan jamuan buka puasa resmi, resepsi, serta membatasi acara pernikahan dan kegiatan pribadi. Di tingkat daerah, sejumlah provinsi mulai menerapkan kebijakan tambahan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.