Karimunjawa Olah Makanan Lokal Jadi Suguhan Utama Wisatawan
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 01:45 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JEPARA – Rumput laut dan kelapa menjadi sebagian dari produk lokal Karimunjawa. Produk-produk setempat ini akan diupayakan menjadi suguhan utama untuk wisatawan-wisatawan. Maka, ini harus diolah agar menjadi makanan unggulan. Dalam rangka itu, Fakultas Farmasi (FF) UI akan membantu UMKM Karimunjawa meningkatkan nilai tambah produk rumput laut dan kelapa tersebut.
Ini dilakukan saat menjalankan program pengabdian masyarakat di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. UI berkolaborasi dengan Turkish Cooperation and Coordination Agency (TİKA). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat strategi pemasaran produk olahan rumput laut dan kelapa, komoditas utama masyarakat setempat.
Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Muslikhan dalam keterangannya, Senin berharap agar alat produksi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan pelaku UMKM. “Dengan peningkatan kualitas produksi VCO dan olahan rumput laut, produk lokal Karimunjawa akan semakin berdaya saing dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujarnya.
Selama ini, sekitar 98 persen hasil rumput laut dan kelapa di Karimunjawa masih dijual dalam bentuk bahan mentah atau kering, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat relatif rendah. Padahal, kedua komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomi tinggi, seperti virgin coconut oil (VCO), minyak klentik, serta berbagai olahan pangan berbasis rumput laut dan blondo.
Melalui kegiatan ini, FFUI memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan dan pemasaran produk, sekaligus mendukung UMKM dengan penyediaan alat produksi VCO dan pengolahan rumput laut yang disalurkan kepada Kelompok Tani Hutan Pamoja Desa Kemujan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengecekan alat produksi di Rumah Produksi Pamoja (14 Februari), dilanjutkan dengan sosialisasi pengemasan dan pemasaran produk serta penyerahan alat produksi di Balai Desa Karimunjawa (15 Februari).
Tokoh masyarakat Desa Kemujan sekaligus Ketua Kelompok Tani Hutan Pamoja, Moh Sofi’i, mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyampaikan sejak lama masyarakat terbiasa menggunakan minyak kelapa hasil olahan sendiri untuk memasak. Dengan adanya bantuan alat produksi ini, kami berharap kualitas minyak kelapa yang dihasilkan dapat meningkat dan mampu bersaing dengan minyak goreng dari bahan lain, seperti sawit.
Sementara itu, Setiyar dan Enggi, perwakilan masyarakat yang mengikuti kegiatan, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi warga. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara pengemasan dan pemasaran produk yang lebih baik, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual produk yang dihasilkan.
Melalui program ini, Fakultas Farmasi UI berharap masyarakat Karimunjawa dapat mengoptimalkan potensi lokal rumput laut dan kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi. Sekaligus memperkuat daya saing UMKM melalui peningkatan kualitas produksi, pengemasan modern, serta strategi pemasaran yang lebih luas, termasuk pemasaran digital. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat dapat semakin berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!