Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Senjata Global Melonjak karena Permintaan dari Eropa

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Kedepannya, kami melihat daftar panjang barang-barang yang sedang menunggu pengiriman ke Timur Tengah. Jadi, ketika barang-barang itu dikirim, kita bisa melihat angka-angka tersebut berpotensi meningkat," kata George.

Prancis, eksportir terbesar kedua, yang mencatat pertumbuhan ekspor sebesar 21 persen, hanya menyumbang 9,8 persen dari total ekspor senjata global pada tahun 2021-2025.

Russia, eksportir terbesar ketiga, adalah satu-satunya dari 10 negara teratas di dunia yang mengalami penurunan ekspor. Penjualan senjatanya turun 64 persen berdasarkan volume pada tahun 2021-2025 dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, mengurangi pangsa ekspor globalnya dari 21 persen pada tahun 2016-2020 menjadi 6,8 persen pada tahun 2021-2025.

Penurunan ekspor Rusia sebagian dapat dijelaskan oleh fakta bahwa Moskwa menggunakan lebih banyak peralatan yang diproduksinya untuk perang di Ukraina, dan juga karena AS dan Eropa telah mendorong negara-negara ketiga untuk tidak membeli senjata Russia, kata George.

Selain itu, dua importir utama persenjataan Russia yaitu Tiongkok dan India, sedang mempertimbangkan pengembangan dan produksi teknologi pertahanan dalam negeri, kata George.

Dalam kasus India, negara tersebut juga mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi pemasok senjata mereka.

Langkah Tiongkok menuju produksi dalam negeri yang lebih besar dan menjauhi impor dari Russia menyebabkan impor keseluruhannya turun sebesar 72 persen.

Menurut SIPRI, negara tersebut keluar dari daftar 10 importir terbesar untuk pertama kalinya sejak awal tahun 1990-an.

Meskipun kawasan Asia dan Oseania merupakan importir terbesar kedua, penurunan impor Tiongkok menyebabkan penurunan volume sebesar 20 persen di kawasan tersebut pada tahun 2021-2025 dibandingkan dengan tahun 2016-2020.

Meskipun demikian, Tiongkok tidak berhenti berinvestasi dalam kemampuan militernya, sehingga beberapa negara tetangganya pun mengikuti jejaknya.

"Kekhawatiran atas niat Tiongkok dan kemampuan militernya yang terus meningkat terus mempengaruhi upaya persenjataan di bagian lain Asia dan Oseania, yang seringkali masih bergantung pada senjata impor," kata Siemon Wezeman, seorang peneliti senior di SIPRI.

Antara tahun 2016-2020 dan 2021-2025, Jepang meningkatkan impor senjatanya sebesar 76 persen, sementara Taiwan meningkatkannya sebesar 54 persen. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Olahraga
Cinta Rodri untuk Mancheste...
Ekonomi
DPR Setujui Pembahasan Lanj...
Luar Negeri
AI Jadi Teman Baru Gen Z? I...

KUR Perkuat Pengembangan 511 Ribu UMKM

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
KUR Perkuat Pengembangan 51...

Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Magetan Optimalkan Ratusan ...
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.