Paus Serukan Berakhirnya Serangan Bom
📅 Senin, 09 Mar 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
KOTA VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Roma seluruh dunia, Paus Leo XIV, pada Minggu (8/3) berdoa agar deru bom di Timur Tengah berhenti, karena perang yang dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran telah memasuki hari kesembilan.
Berita dari wilayah tersebut terus menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, kata Paus pada akhir doa Angelus di hadapan kerumunan dari jendela istana apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus di Vatikan.
“Di samping episode kekerasan dan kehancuran serta iklim kebencian dan ketakutan yang meluas, ada kekhawatiran bahwa konflik akan menyebar, dan bahwa negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Lebanon tercinta, mungkin sekali lagi akan terjerumus ke dalam ketidakstabilan,” kata dia.
Paus Leo kemudian mengatakan bahwa ia berdoa agar deru bom berhenti, senjata-senjata terdiam, dan ruang untuk dialog terbuka di mana suara rakyat dapat didengar.
Seruan Paus pada Minggu dilontarkan saat Iran bersiap untuk mengungkap pemimpin tertinggi barunya, setelah serangan udara AS-Israel menghancurkan depot bahan bakar dan memicu kebakaran yang menyelimuti sebagian besar Teheran dengan kepulan asap tebal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Militer Israel pada Minggu mengkonfirmasi bahwa angkatan udaranya telah menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran untuk mencegah penggunaannya oleh militer Iran.
“Kebakaran besar terjadi setelah serangan udara di lima fasilitas di dalam dan sekitar Teheran, yang menyelimuti kota dengan kabut asap gelap saat pagi tiba,” lapor wartawan AFP.
Terkait dengan pemilihan pemimpin baru di Iran, badan ulama yang bertugas memilih pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas lebih dari sepekan lalu dalam serangan yang memicu perang di Timur Tengah, dilaporkan telah mengambil keputusan namun belum menyebutkan nama pemimpin baru tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemungutan suara untuk menunjuk pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah dipilih," kata Ahmad Alamolhoda, anggota Majelis Pakar, seperti dikutip oleh kantor berita Mehr.
Alamolhoda mengatakan sekretariat badan tersebut akan mengumumkan nama tersebut kemudian. Anggota majelis lainnya mengkonfirmasi bahwa keputusan telah dibuat, dengan salah satu anggota menyarankan bahwa putra mendiang pemimpin akan menduduki jabatan tersebut.
Serangan Balasan
Sementara serangan balasan Iran berupa misil dan drone dilaporkan telah menargetkan banyak negara Teluk dan wilayah lain di Timur Tengah. Teheran telah bersumpah untuk menyerang aset-aset AS di kawasan tersebut, dan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait semuanya melaporkan terjadinya serangan baru pada Minggu.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan negaranya akan terpaksa menanggapi setiap serangan atau upaya invasi dari negara tetangga.
"Menanggapi bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara tersebut atau ingin mencelakai rakyatnya. Kami akan menanggapi justru karena kebutuhan," kata Presiden Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!