10 Hal Seputar Paus Leo XIV yang Penting Anda Ketahui
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 11:06 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
VATICAN CITY - Kardinal Robert Francis Prevost yang sekarang dikenal sebagai Paus Leo XIV adalah Paus pertama dari Amerika Serikat.Pria berusia 69 tahun asal Chicago ini dikenal sebagai pemimpin dengan pengalaman global.
Ia menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai misionaris di Amerika Selatan dan baru-baru ini memimpin kantor Vatikan yang berkuasa untuk penunjukan uskup.
Pemilihannya merupakan kelanjutan dari kepausan mendiang Paus Fransiskus. Dia diharapkan untuk melanjutkan reformasi Gereja yang dilakukan Fransiskus serta fokusnya pada kemiskinan dan orang-orang yang terpinggirkan.Berikut ini hal-hal lain yang perlu Anda ketahui tentang Paus Leo XIV:
1.Ia adalah kardinal Amerika yang lahir di Chicago. Ia bekerja selama satu dekade di Trujillo, Peru, dan kemudian diangkat menjadi uskup Chiclayo, kota Peru lainnya, tempat ia bertugas dari tahun 2014 hingga 2023.Ia fasih berbahasa Spanyol dan Italia. Keduanya ditunjukkannya saat pidato pertamanya di depan publik di Lapangan Santo Petrus.
2. Ia dihormati oleh Paus FransiskusMendiang Paus Fransiskus “menghormatinya dan menganggapnya sangat tinggi.”Jelas Paus Fransiskus melihat sesuatu dalam dirinya. Paus melihatnya sebagai pemimpin yang cakap.”3. Ia adalah anggota Ordo AugustinianPaus Leo adalah anggota ordo religius Augustinian, yang tersebar di seluruh dunia. Ia memimpin ordo tersebut selama lebih dari satu dekade sebagai jenderal.Paus Leo menggunakan pernyataan pertamanya untuk mengatakan bahwa ia adalah putra Santo Augustinus. Ia juga mengutip kalimat terkenal dari Santo Agustinus, “Bagi Anda, saya adalah seorang uskup. Bagi Anda, bagaimanapun juga, saya adalah seorang Kristen.” Hal itu mencerminkan gagasan bahwa semua orang dalam hierarki Gereja, dari para pemimpin hingga anggota biasa, berjalan bersama.4. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan yang kuatPaus Fransiskus menunjuk Prevost sebagai prefek Dikasteri untuk uskup, yang bertugas menilai kandidat uskup dan membuat rekomendasi untuk penunjukan uskup baru.Ia juga menjabat sebagai presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin."Sejak sangat muda, dia ditunjuk untuk peran kepemimpinan," kata Elise Allen, analis CNN. "Ia dipandang sebagai seseorang yang tenang dan seimbang, yang tidak memihak dan sangat jelas tentang apa yang menurutnya perlu dilakukan. Tetapi ia tidak terlalu memaksa dalam mencoba mewujudkannya," tambahnya.5. Ia memiliki fokus misionaris"Saya masih menganggap diri seorang misionaris. Panggilan saya, seperti setiap orang Kristen, adalah menjadi misionaris, untuk mewartakan Injil di mana pun seseorang berada," kata Prevost dalam sebuah wawancara dengan Vatican News tak lama setelah menduduki peran kepemimpinannya di Roma.Ia pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa waktunya di Peru adalah pengalaman hidup yang paling membentuknya.Dia adalah seseorang yang, meskipun berasal dari Barat, akan sangat memperhatikan kebutuhan Gereja global. Dia berbicara tentang seseorang yang menghabiskan lebih dari separuh karier gerejanya di luar negeri sebagai misionaris di Peru.6. Dia juga warga negara PeruLeo adalah warga negara ganda Amerika Serikat dan Peru. Paus kelahiran Amerika itu memperoleh kewarganegaraan Peru pada bulan Agustus 2015, menurut National Migration Registry Peru.Presiden Peru Dina Boluarte menyebut pemilihannya sebagai momen bersejarah bagi Peru dan dunia.7. Nama kepausannya mencerminkan komitmen terhadap kaum miskinPaus terakhir yang menggunakan nama Leo, Paus Leo XIII, adalah Paus yang berpihak pada kaum miskin dan membela kaum pekerja.Leo XIII, yang menjabat sebagai Paus dari tahun 1878 hingga 1903, memiliki penekanan kuat pada hak-hak pekerja dan doktrin sosial Katolik. Jadi, pilihan nama itu untuk Paus baru tersebut merupakan pernyataan yang kuat.8. Ia dipandang sebagai pemersatu yang beraliran tengahIa sejalan dengan Fransiskus dalam hal arahan Gereja dan proses untuk membina Gereja global yang lebih inklusif, tetapi ia diharapkan untuk memimpin sebagai pribadinya sendiri.Leo diharapkan untuk condong lebih progresif dalam isu-isu sosial seperti migrasi dan kemiskinan, tetapi lebih sejalan dengan kaum moderat dalam isu-isu moral doktrin Katolik.Untuk mendapatkan mayoritas dua pertiga di Dewan Kardinal, ia harus memiliki daya tarik yang luas, bahkan di antara anggota yang lebih moderat atau konservatif.9. Ia belajar matematika di VillanovaPrevost memperoleh gelar sarjana matematika dari Universitas Villanova di Pennsylvania dan melanjutkan pendidikannya dengan diploma teologi dari Persatuan Teologi Katolik Chicago.Ia akhirnya dikirim ke Roma untuk belajar hukum kanonik. Kemudian dalam kariernya, ia mengajar hukum kanonik di seminari Trujillo, Peru.10. Dia penggemar tenis"Saya menganggap diri sebagai pemain tenis amatir," kata Prevost dalam sebuah wawancara dengan Ordo Augustinian tak lama setelah menjadi kardinal. "Sejak meninggalkan Peru, saya hanya punya sedikit kesempatan untuk berlatih. Jadi, saya ingin segera kembali ke lapangan," ucapnya.Ia juga mengatakan di waktu luangnya suka membaca, berjalan-jalan, dan bepergian ke tempat-tempat baru dan beragam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!