Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas dan Undana Kompak Kembangkan Rumput Laut di Sumba Timur

📅 Senin, 09 Mar 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas dan Undana Kompak Kembangkan Rumput Laut di Sumba Timur Doc: Antara
Ket. Ilustrasi – Petani menjemur rumput laut hasil panenannya.

KUPANG – Pengembangan Innovation Hub di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dinilai penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi anak muda, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif di daerah.

Dengan adanya ruang kolaborasi seperti ini, ide-ide baru bisa lebih mudah berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Innovation Hub juga bisa menjadi tempat bertemunya teknologi, bisnis, dan kreativitas sehingga potensi daerah di KTI dapat diolah menjadi produk dan solusi yang punya nilai tambah.

Harapannya, langkah ini tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengembangkan Innovation Hub Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan menjadikan Kabupaten Sumba Timur sebagai proyek percontohan hilirisasi rumput laut nasional.

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas Aldy Mardikanto di Kupang, Senin (9/3), mengatakan pengembangan pusat inovasi tersebut bertujuan mengintegrasikan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan industri, khususnya dalam pengembangan komoditas rumput laut.

“Rumput laut dan garam merupakan prime mover atau penggerak utama ekonomi di NTT. Melalui Innovation Hub ini kami ingin riset para dosen tidak berhenti di perpustakaan, tetapi dapat diaplikasikan langsung di masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan Kabupaten Sumba Timur dipilih sebagai lokasi pilot proyek karena memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut serta peluang inovasi sosial ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut juga melibatkan Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI) yang didukung Pemerintah Australia guna memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di kawasan timur Indonesia.

Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas Teaching Factory untuk mendukung hilirisasi produk rumput laut berbasis riset kampus.

“Inovasi yang kami kembangkan di laboratorium, mulai dari bibit unggul hingga pengolahan karagenan, kini memiliki jalur hilirisasi yang jelas melalui kerja sama ini,” katanya.

Menurut dia, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mengolah rumput laut dari bahan mentah menjadi produk setengah jadi maupun produk siap pakai yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Pakar Budidaya Perairan Undana Prof. Marcelien Ratoe Oedjoe menambahkan hilirisasi komoditas rumput laut perlu dilakukan secara menyeluruh agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Hilirisasi tidak hanya pada produksi bahan mentah, tetapi juga pengolahan turunan seperti tepung karagenan hingga pakan ternak,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

11 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

41 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...
Luar Negeri
Korsel Catatkan Suhu Terpan...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.