Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Rendam Serang, 2.682 Rumah dan 9 Ribu Warga Terdampak

📅 Senin, 09 Mar 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Banjir Rendam Serang, 2.682 Rumah dan 9 Ribu Warga Terdampak Doc: BPBD Serang

SERANG - Banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Serang, Banten sejak Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3) malam menyebabkan ribuan rumah warga terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 2.682 rumah terdampak banjir di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan, bencana hidrometeorologi tersebut meluas hingga 24 desa. Jumlah desa tersebut tersebar di 13 kecamatan.

“Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 3.099 kepala keluarga atau 9.184 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut terdapat 337 lansia dan 222 balita yang menjadi prioritas pengawasan kami,” ujar Ajat di Serang.

Adapun 13 kecamatan yang terdampak banjir yakni Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, Pamarayan, Bojonegara, Kibin. Kemudian, Ciruas, Binuang, Carenang, Kramatwatu, Tanara, Pontang, dan Cikande.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah akses jalan desa serta fasilitas umum. Beberapa di antaranya Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong turut terdampak genangan air.

Ajat menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang tidak hanya menyebabkan banjir. Tetapi juga memicu bencana lain seperti pergerakan tanah dan pohon tumbang.

Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, dan Desa Margatani di Kecamatan Kramatwatu. Sementara kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Mangkunegara.

“Ketinggian muka air di lapangan saat ini bervariasi. Di Kecamatan Pontang, air masih setinggi sekitar 60 cm, sedangkan di wilayah lain seperti Carenang dan Jawilan berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter,” kata dia.

Saat ini BPBD Kabupaten Serang masih melakukan kaji cepat di sejumlah titik terdampak serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga. Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana penanganan di lapangan.

Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan di antaranya alat penyedot air (alkon), perahu karet serta makanan siap saji bagi warga terdampak.

BPBD bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Khususnya di wilayah barat Kabupaten Serang, agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat susulan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri. Apabila debit air kembali meningkat secara signifikan guna menghindari korban jiwa. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...

Woody Kembali Beraksi di Film “Toy Story 5

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Woody Kembali Beraksi di Fi...
Nasional
Kementan Ungkap Produksi Su...
Rona
Joe Taslim Turut Berperan d...
Daerah
PT KAI: Volume Penumpang St...
Nasional
KAI Group Telah Layani 6,2 ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.