Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengerahan Ekskavator dalam Normalisasi Drainase untuk Atasi Banjir

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengerahan Ekskavator dalam Normalisasi Drainase untuk Atasi Banjir Doc: Antara

Makassar - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengerahkan ekskavator untuk mengeruk dan menormalisasi drainase di Kecamatan Manggala khususnya di blok 8 dan 10 yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar Zuhaelsi Zubir di Makassar, Minggu, mengatakan pengerahan alat berat itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Makassar setelah sebelumnya telah berkonsultasi dengan para akademisi mencari solusi penanganan banjir.

"Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi," ujarnya.

Zuhaelsi mengungkapkan penanganan banjir di Manggala mulai dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian. 

Ia menerangkan, Pemkot Makassar telah menggandeng akademisi melakukan kajian serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir di blok 8 dan blok 10.

Hasilnya, beberapa upaya penanganan di lapangan, di antaranya normalisasi saluran air, pengerukan sedimen yang selama ini menghambat aliran drainase dan perbaikan beton bertulang pracetak (box culvert) di titik rawan. 

"Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah teknis untuk meningkatkan kapasitas aliran air, sehingga sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi," katanya.

Selain itu, mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan normalisasi dan peningkatan kapasitas saluran tersebut, diharapkan sistem drainase di wilayah Blok 10 Antang dapat bekerja lebih efektif dalam mengalirkan air ke saluran pembuangan utama. 

"Sesuai arahan pak Wali Kota, bagaimana solusi nyata agar warga di blok 10 dan lainnya tidak mengungsi saat musim hujan. Inilah pengerjaan normalisasi saluran kami lakukan dengan mendatangkan alat berat ekskavator," tambah Zuhaelsi. 

Dengan demikian, risiko genangan yang selama ini kerap terjadi dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Menurut Zuhaelsi, pihaknya juga melakukan penggantian box culvert yang sebelumnya memiliki dimensi lebih kecil yang sebelumnya berukuran 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi yang lebih besar, yakni 80 sentimeter, guna memperbesar kapasitas aliran air.

"Perubahan dimensi tersebut, kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang," ucapnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.